Australia Jatuhkan Sanksi ke Lima Jenderal Myanmar
Menlu Australia Marise Payne dalam kunjungan ke Washington, AS, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Canberra: Pemerintah Australia menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap lima jenderal Myanmar yang dituduh bertanggung jawab atas aksi kekerasan terhadap etnis minorits Rohingya di Rakhine. Langkah serupa telah diterapkan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Australia akan membekukan aset kelima perwira tersebut. Satu dari lima orang itu adalah seorang Letnan Jenderal yang memimpin sebuah operasi khusus yang diyakini berada di balik kekejaman terhadap Rohingya.

Seperti disitat dari kantor berita AFP, Selasa 23 Oktober 2018, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyebut kelima jenderal itu -- Aung Kyaw Zaw, Maung Maung Soe, Aung Aung, Than Oo dan Khin Maung Soe -- "bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan unit di bawah komando mereka."


Kelima jenderal, beberapa dari mereka diyakini sudah mundur dari jabatannya, juga akan dilarang berkunjung ke Australia.

Sekitar 700 ribu Rohingya terusir dari kampung halaman mereka di Rakhine sejak 2016. Eksodus terjadi tahun lalu saat militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran di Rakhine.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut operasi tersebut dapat dikategorikan "pembersihan etnis" terhadap Rohingya. Namun Myanmar berkukuh operasi di Rakhine semata untuk memburu kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) yang dinilai bertanggung jawab atas serangan ke sejumlah pos polisi.

Tim pencari fakta PBB meminta DK PBB merujuk situasi di Myanmar ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag. Tim menawarkan opsi lain, yakni agar DK PBB membentuk pengadilan internasional ad hoc seperti yang sudah pernah dilakukan dalam menangani kasus Yugoslavia di masa lalu.

Baca: Suu Kyi Berjanji Transparan soal Rohingya




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id