Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono).
Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono).

Dubes Singapura Bantah PM Lee Dukung Prabowo

Internasional indonesia-singapura
Marcheilla Ariesta • 14 Desember 2018 16:44
Jakarta: Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar memberikan tanggapan atas artikel "Status Medsos PM Singapura dan 'Gede Rasa' Pendukung Prabowo" di situs Media Indonesia. Opini yang ditulis Gantyo Koespradono itu mengkritik tulisan Hersubeno Arief yang disebut menafsir secara serampangan pertemuan antara Perdana Menteri Lee dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Singapura dan Indonesia menikmati hubungan yang sangat baik, dibangun di atas dasar kepercayaan yang kuat dan kerja sama yang saling menguntungkan. Singapura telah menjadi investor asing utama di Indonesia sejak 2014." 

Opini Gantyo yang diunggah di situs Media Indonesia pada 30 November lalu membahas tulisan Hersubeno Arief berjudul "PM Singapura Isyaratkan Akan Ada Pergantian Presiden Indonesia?". Hersubeno yang merupakan pendukung Prabowo melihat ada isyarat Lee Hsien Loong mendukung pergantian pemimpin Indonesia. Tafsir itu muncul tak lama setelah PM Lee dan Prabowo bertemu di Singapura, November lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Namun, menurut Anil, hal tersebut tidak benar. Dia menuturkan aspek penting hubungan antara kedua negara adalah persahabatan pribadi kedua pemimpin dan masyarakatnya. Anil menyebutkan pada Oktober lalu Presiden Jokowi dan PM Lee bertemu di Bali untuk Leaders Retreat yang ketiga. "Oleh karena itu, sangat mengejutkan bahwa artikel tersebut hanya berfokus pada pertemuan Perdana Menteri Lee dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto," imbuh dia.

Singapura, kata Anil, berharap pemilu di Indonesia akan berjalan lancar dan damai. Dia menambahkan Singapura tidak memiliki kemampuan atau minat memengaruhi hasil pemilu.

"Siapa yang terpilih sebagai Presiden Indonesia adalah keputusan masyarakat Indonesia. Singapura berharap dapat bekerja erat dengan para pemimpin terpilih dan teman-teman lainnya di Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral ini yang didasari atas rasa saling menghormati dan kepentingan yang sama," terangnya.

Sebelumnya, penulis opini Gantyo Koespradono, yang merupakan Dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengkritik temannya, Hersubeno Arief, yang menulis artikel mengenai "PM Singapura Isyaratkan Akan Ada Pergantian Presiden Indonesia?".

"Membaca sampai selesai artikel Hersu--begitu Hersubeno Arief biasa dipanggil--ujung-ujungnya dia berharap hasrat '2019 ganti presiden' bisa terwujud dalam kontestasi Pilpres 2019," kata dia.

Artikel Hersubeno yang dimuat di web pribadinya itu merupakan tanggapannya atas status Instagram PM Lee pada 26 November 2018. Lee menulis, 'Prabowo merupakan kandidat Pilpres Indonesia pada bulan April mendatang. Saat ini sibuk berkampanye ke seluruh Indonesia. Kami mendiskusikan bagaimana Singapura dan Indonesia dapat memperkuat ikatan yang kuat dan membawa hubungan kami ke depan. Saya berharap dia mendapatkan yang terbaik dan menyenangkan di Singapura.'


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi