Wilayah Assam diwarnai sejarah kekerasan berdarah yang melibatkan pemberontak Bodo. Kelompok tersebut menuntut untuk memisahkan diri atau meminta otonomi luas dari Pemerintah India.
Serangan yang terjadi pada Selasa (23/12/2014) itu berlangsung di empat tempat berbeda. Pihak pemberontak melakukan serangan terkoordinasi.
Deputi Komisioner Polisi wilayah Sonitpur Lalit Gogoi menyatakan, 13 anak-anak turut menjadi korban serangan ini. Wilayah Sonitpur merupakan wilayah yang paling parah terkena serangan ini. Demikian diberitakan ABC News, Rabu (24/12/2014).
Warga yang selamat dalam serangan ini mengatakan kepada pihak polisi, pemberontak Bodo menggunakan senapan otomatis dan menggunakan seragam militer ketika melakukan serangan. Tidak diketahui apakah serangan ini ada kaitannya dengan aksi balas dendam.
November lalu, pihak keamanan India melakukan operasi militer untuk memberantas pergerakan kelompok pemberontak ini. Operasi tersebut diarahkan ke basis pertahanan pemberontak Bodo dan persembunyian mereka di wilayah pendalaman.
Pemberontak Bodo sudah melakukan perlawanan terhadap Pemerintah India sejak lama. Mereka menuntut otonomi luas atau kemerdekaan dari India.
Pihak pemberontak menuduh pemerintah mengeksploitasi wilayah yang kaya akan sumber daya mineral tersebut, namun mengabaikan kehidupan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News