Lee berhasil merubah Singapura dari pulau kecil sampai menjadi salah satu negara yang pencapaian ekonominya dikagumi dunia, begitu dilansir Reuters.
Selama memimpin, Lee dikenal memiliki kebijakan yang ramah pasar. Dia berhasil membuat Singapura bebas korupsi, sehingga para investor asing berdatangan ke negaranya.
Namun, Lee juga memiliki kontrol yang ketat terhadap pers, kebebasan berbicara publik, dan lawan-lawan politiknya. Makanya, sebagian orang memuji Lee sebagai visioner, namun sebagian lainnya mengkritik Lee sebagai orang yang otoriter.
Pada 1990, Lee mengundurkan diri sebagai pemimpin dan kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Goh Chok Tong. Namun, Lee tetap dianggap berpengaruh karena menduduki posisi sebagai Menteri senior dalam Kabinet Goh.
Sepak terjang Lee dalam penentuan kebijakan di Singapura pun berlanjut dan dianggap semakin kuat ketika putra sulungnya, Lee Hsien Loong menjadi Perdana Menteri Singapura pada 2004.
Sejak 2011, dia mulai meninggalkan kabinet. Keberadaannya di ruang publik bahkan terus berkurang beberapa bulan terakhir akibat faktor usia dan kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Februari 2015, Lee masuk rumah sakit dan harus menjalani perawatan akibat penyakit Penumonia. Sejak itu, kondisinya terus menurun.
Senin (23/3/2015) dini hari waktu setempat, Lee menghembuskan nafas terakhir di Singapore General Hospital pada usia 91 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News