NEWSTICKER
Tim medis di Beijing, Tiongkok siaga menghadapi wabah virus korona. Foto: AFP
Tim medis di Beijing, Tiongkok siaga menghadapi wabah virus korona. Foto: AFP

Kematian Akibat Virus Korona Naik Menjadi 2.236 Jiwa

Internasional Virus Korona tiongkok
Fajar Nugraha • 21 Februari 2020 11:07
Beijing: Jumlah korban tewas di Tiongkok akibat virus korona naik menjadi 2.236 orang pada Jumat 21 Februari. Meningkatnya jumlah korban terjadi setelah 118 orang meninggal, di Provinsi Hubei.
 
“Dalam pembaruan harian, kami telah mengonfirmasi 889 kasus baru,” ujar Komisi Kesehatan Nasional, seperti dikutip AFP, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Jumlah ini naik dari hari sebelumnya ketika melaporkan jumlah terendah infeksi baru dalam hampir sebulan, yang memicu harapan bahwa epidemi mendekati puncaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 75.000 infeksi virus korona sekarang telah dilaporkan di Negeri TIrai Bambu, dan ratusan lainnya di luar negeri di lebih dari 25 negara.
 
Sebagian besar kematian dan keseluruhan kasus di Tiongkok tetap di Hubei dan khususnya ibu kota Provinsi Wuhan, tempat virus pertama kali muncul pada Desember.
 
Namun, angka-angka itu telah dikeruhkan oleh Tiongkok yang mengubah kriteria yang digunakannya untuk sampai pada diagnosis.
 
“Kami sekali lagi merevisi cara mengonfirmasi infeksi dan sekarang hanya akan memasukkan yang didiagnosis dengan tes laboratorium,” ujar pihak Pemerintah Tiongkok.
 
Itu adalah revisi kedua hanya dalam delapan hari, sebuah langkah yang dapat mengacaukan upaya untuk melacak penyebaran penyakit.
 
Pejabat kesehatan Tiongkok pekan lalu mengatakan bahwa pasien dari Hubei yang telah didiagnosis melalui metode klinis termasuk pencitraan paru-paru akan ditambahkan ke hitungan selain yang dikonfirmasi oleh tes laboratorium.
 
Itu menyebabkan peningkatan besar dalam satu hari dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi. Jumlah peningkatan itu mencapai 14.840 pada 13 Februari. Perubahan itu ditudingkan pada tumpukan pasien yang menunggu tes asam nukleat yang kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan segera.
 
Pejabat Tiongkok mengatakan minggu ini bahwa upaya penahanan drastis mereka, termasuk mengkarantina puluhan juta orang di Hubei dan membatasi gerakan di kota-kota lain secara nasional, telah mulai membuahkan hasil. Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kemajuan di Tiongkok tetapi memperingatkan bahwa itu belum mencapai titik balik.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif