Presiden Filipina Rodrigo Duterte (baju biru) di tengah para pendukungnya. (Foto: AFP).
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (baju biru) di tengah para pendukungnya. (Foto: AFP).

Duterte Perkuat Cengkeraman Kekuasaan dalam Pemilu Filipina

Internasional politik filipina filipina
Arpan Rahman • 22 Mei 2019 16:04
Manila: Para sekutu Presiden Rodrigo Duterte menyabet kemenangan besar dalam pemilu sela, hasil akhirnya menunjukkan pada Rabu. Hasil ini juga menepis perdebatan terakhir atas pemerintahannya yang kontroversial.
 
Kalangan loyalis memenangkan kedua majelis legislatif, mengalahkan semua kandidat oposisi di Senat, yang telah berfungsi sebagai penyangga terhadap rencana paling kontroversial Duterte.
 
Hasilnya membuka jalan bagi Duterte -- yang memiliki dukungan sangat tinggi -- buat memenuhi seruannya untuk memberlakukan kembali hukuman mati dan memajukan proyeknya untuk mengamandemen konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah sinyal yang jelas bahwa orang-orang akan berada di belakangnya ketika dia mendorong RUU dan proses yang tidak pernah terjadi sebelumnya," kata analis politik Ramon Casiple kepada AFP, seperti disitir Rabu 22 Mei 2019.
 
Sembilan pendukung Duterte dan tiga politisi yang tidak sehaluan merebut 12 kursi yang dipertaruhkan di Senat beranggotakan 24 orang, hanya empat anggota oposisi yang akan menjabat, demikian hasil pemilu seperti ditunjukkan otoritas pemilu.
 
Sekutu Duterte tetap mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat tingkat rendah, yang sudah menyetujui undang-undang untuk mengembalikan hukuman mati dan mengamandemen konstitusi sejak terpilihnya Duterte 2016.
 
Di antara para senator baru adalah mantan kepala polisi nasional Ronald dela Rosa, penegak hukum utama dalam penumpasan narkotika Duterte yang telah menewaskan lebih dari 5.300 korban.
 
Para juru kampanye mengatakan jumlah korban sebenarnya sedikitnya tiga kali lipat dan mungkin sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.
 
"Nomor satu dalam agenda saya adalah penerapan kembali hukuman mati untuk perdagangan narkoba. Saya akan fokus pada itu,” ujar Dela Rosa.
 
Kursi senat juga diberikan kepada Christopher "Bong" Go, penasihat kawakan Duterte, dan Imee Marcos, putri diktator almarhum Ferdinand Marcos, yang digulingkan dalam pemberontakan populer 1986.
 
Keluarga Duterte menang
 
Pendulang suara terbanyak dalam pemilu Senat, Cynthia Villar, berterima kasih kepada presiden atas dukungannya dan meminta tepuk tangan untuk Duterte dalam pidatonya setelah hasil diumumkan.
 
"Undang-undang yang kami buat atau undang-undang harus mempertimbangkan semua kepentingan yang terlibat," tambahnya.
 
"Senat yang kuat dan independen selalu menjadi tujuan kami,” tegas Villar.
 
Para penentang khawatir mayoritas akan memungkinkan Duterte mendorong agenda legislatifnya, yang meliputi amandemen konstitusi. Selain membuka jalan baginya agar tetap berkuasa di luar masa jabatan tunggal yang dimandatkan secara hukum yang berakhir pada 2022, perubahan UU dapat memundurkan kembali Filipina selama beberapa dekade.
 
Duterte telah mengajukan reformasi konstitusi guna mengubah negara Asia Tenggara itu menjadi republik federal terdesentralisasi di mana daerah-daerah akan memiliki kekuatan memperbaiki masalah-masalah lokal.
 
Tetapi berbagai inisiatif yang diluncurkan dalam tiga tahun pertamanya menjabat juga termasuk proposal yang mengabaikan batas masa jabatan, yang memungkinkan dia mencalonkan diri untuk masa jabatan lain dan melemahkan pengawasan pada kekuasaan presiden.
 
"Penilaian pesimistis adalah bahwa apa yang kami tuju adalah transformasi lengkap sistem politik Filipina di tahun-tahun mendatang, jauh melampaui tahun 2022 ketika masa jabatan Duterte seharusnya berakhir," kata analis politik Richard Heydarian.
 
Kemenangan besar-besaran itu merupakan kekalahan telak bagi oposisi, membuat sebagian besar dalam kekacauan. "Para pemilih tidak dapat mengaitkan dengan isu-isu yang disorot oleh oposisi dalam pemilu, yang semuanya berkisar pada soal mengalahkan Duterte," kata Casiple.
 
Tsunami pemilu pro-Duterte juga merupakan kemenangan bagi keluarga Duterte. Anak perempuan Sara, disebut-sebut sebagai kemungkinan calon presiden 2022, mempertahankan jabatannya sebagai walikota Davao selatan, dengan saudara kandungnya Sebastian menang sebagai wakil wali kota. Putra tertua, Paolo, memenangkan kursi di DPR.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif