Pada Kamis (30/7/2015), Mullah Akhtar Mansour dipilih sebagai pimpinan kelompok militan tersebut. Namun ada polemik di balik pemilihan Mansour.
"Dia tidak ditunjuk oleh seluruh anggota Taliban. Ini tentunya melawan aturan syariah," ujar seorang Juru Bicara Taliban Abdul Manan Niazi, seperti dikutip BBC, Sabtu (1/8/2015).
Menurutnya, Dewan Syura Taliban saat ini tengah melakukan pemilihan untuk memilih pemimpin baru. Tidak jelas siapa calon-calonnya.
Beberapa tokoh Taliban menuduh lingkaran anggota yang pro-Pakistan memaksakan nama Mansour sebagai pimpinan. Ini diduga karena Mansour mendukung pembicaraan damai dengan pemerintah.
Sementara satu faksi Taliban lebih memilih putra dari Mullah Omar untuk menjadi penggantinya.
Mullah Omar sudah memimpin Taliban selama sekitar 20 tahun. Kematiannya dikonfirmasi pada Kamis (30/7/2015), oleh kelompok yang dilengserkan dari Afghanistan 2001 lalu.
Tidak disebutkan lokasi ataupun waktu dari kematian Mullah Omar. Namun yang jelas, dia diketahui menderita sakit dan menetap di Afghanistan sejak invasi AS ke Afghanistan pada 2001.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News