Sidak yang dilakukan oleh Tim Pelindungan PMI ke PT IES di kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Dok. Kemenaker)
Sidak yang dilakukan oleh Tim Pelindungan PMI ke PT IES di kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Dok. Kemenaker)

Kemenaker Tangani PMI yang Kabur ke KBRI Singapura

Internasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 13 Juli 2019 14:10
Malang: Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menemukan empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural melarikan diri dari tempat bekerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, pada Kamis, 11 Juli 2019.
 
Keempat PMI tersebut diberangkatkan oleh PT IES tanpa dokumen lengkap, sehingga tidak tercatat pada sistem di KBRI. Data ini didapat setelah inspekasi mendadak (sidak) Tim Pelindungan PMI ke PT IES di kota Malang, Jawa Timur dan klarifikasi ke KBRI Singapura pada 6-7 Juli 2019.
 
"Hasil sidak ke PT IES, diakui kebenarannya oleh perusahaan bahwa empat PMI dari Blitar dan Banyuwangi tersebut diberangkatkan secara non prosedural," kata Kasubdit Perlindungan TKI Kemenaker Yuli Adiratna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuli menjelaskan, keempat PMI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga itu bekerja tidak lebih dari tiga bulan, sebelum melarikan diri ke KBRI di Singapura. Mereka menganggap pekerjaannya terlalu berat.
 
Terkait kasus tersebut, Kemenaker telah meminta pertanggungjawaban kepada Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan memulangkan pekerja migran ke kampung halamannya. Pemulangan keempat pekerja migran tersebut ke kampung halamannya akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.
 
"Gaji dan hak-hakya dipastikan sudah dibayarkan dan pekerja migran tidak akan dibebankan biaya apapun, termasuk ganti rugi oleh pihak P3MI. Agensi ataupun majikan karena tidak dapat menyelesaikan kontraknya,” ujarnya.
 
Direktur Penempatan dan Perlindungan TKLN Kemenaker Eva Trisiana menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap P3MI, atas perbuatannya menempatkan PMI secara non prosedural.
 
“Termasuk berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan dan kepolisian apabila terbukti ada pelanggaran pidananya,” kata Eva.
 
Eva mengimbau agar PMI tidak mudah terbujuk sponsor atau pihak manapun yang menjanjikan bekerja ke luar negeri dengan proses yang cepat dan tanpa melalui prosedur secara benar.
 
"Pekerja migran yang berangkat secara prosedural dan memiliki kompetensi akan memberikan kepastian pelindungan terhadap mereka. Secara khusus saya mengingatkan kepada seluruh PPTKIS/P3MI untuk mematuhi prosedur dan regulasi dalam penempatan PMI nya tanpa kecuali," katanya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif