Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di ruang pengadilan. Foto: AFP
Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di ruang pengadilan. Foto: AFP

Mantan PM Malaysia Diseret dalam Persidangan Korupsi

Internasional najib razak 1mdb
Arpan Rahman • 03 Desember 2019 17:45
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hadir menjadi saksi untuk kali pertama pada Selasa 3 Desember. Ia membela diri atas tuduhan kriminal yang terkait dengan skandal bernilai jutaan dolar di yayasan negara 1Malaysia Development Bhd (1MDB).
 
Najib dituduh menerima RM42 juta atauRp142 miliar secara ilegal dari bekas unit 1MDB, SRC International. Dia diperintahkan untuk mengajukan pembelaan pada November setelah hakim memutuskan jaksa telah berhasil mengajukan kasus terhadapnya.
 
Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kepercayaan, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kasus SRC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhammad Shafee Abdullah, yang memimpin tim pembelaan Najib, mengatakan dalam sebuah pernyataan pembukaan di depan kesaksian mantan perdana menteri itu, bahwa kliennya tidak punya alasan untuk yakin bahwa hasil dari aktivitas ilegal apa pun ditransfer kepadanya.
 
"(Najib) tidak terlibat dalam pengaturan korup yang melibatkan dana SRC dan tidak meminta suap dari siapa pun," kata Shafee, disiarkan dari Channel News Asia, Selasa 3 Desember 2019.
 
Najib, yang mengenakan jas biru, mengucapkan sumpah dalam bahasa Inggris dan Melayu sebelum mulai membaca kesaksian tertulisnya dalam bahasa Melayu yang panjangnya 243 halaman.
 
Kesaksiannya, dalam format tanya-jawab, dimulai dengan bagaimana ia mendirikan 1MDB pada 2009 dan bagaimana pemodal buron Malaysia Jho Low, dikatakan berada di pusat skandal itu, kemudian dikaitkan dengan dana tersebut.
 
"(Low) menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang berpengaruh di negara-negara Timur Tengah yang saya percaya dapat memfasilitasi investasi dan kemitraan di antara mereka," kata Najib, berbicara dengan tenang di ruang sidang yang penuh sesak.
 
Low telah dituntut di Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan pencurian dari 1MDB. Low telah membantah melakukan kesalahan. Keberadaannya saat ini tidak diketahui.
 
Kementerian Kehakiman AS mengatakan sekitar USD4,5 miliar atau Rp6,3 triliun yang disedot dari 1MDB digunakan oleh Low dan rekan-rekannya untuk membeli kapal pesiar, jet pribadi, serta lukisan Picasso, perhiasan, dan real estate.
 
Najib, yang secara tak terduga kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang atas tuduhan bahwa ia menerima sekitar 1 miliar dolar AS dalam dana 1MDB. Dia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan itu.
 
Jika dinyatakan bersalah, Najib, 66, dapat menghadapi denda yang besar dan hukuman penjara mulai dari 15 hingga 20 tahun untuk setiap tuduhan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif