Forum Konsultasi Bilateral RI-Swedia yang dihelat di Stockholm, 15 Desember 2017. (Foto: KBRI Stockhollm)
Forum Konsultasi Bilateral RI-Swedia yang dihelat di Stockholm, 15 Desember 2017. (Foto: KBRI Stockhollm)

Swedia Dukung Pencalonan RI di Anggota Tidak Tetap DK PBB

Sonya Michaella • 16 Desember 2017 15:43
Stockholm: Swedia menilai demokrasi dan transparansi di Indonesia dapat mendorong adanya pengembangan inovasi, riset dan teknologi.
 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Delegasi Swedia Cecilia Ruthstrom kepada Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Mohammad Anshor di Forum Konsultasi Bilateral RI-Swedia yang dihelat di Stockholm, kemarin.
 
Pertemuan ini membahas beberapa kesamaan pandangan, terutama model pemerintahan dua negara dan berbagi pengalaman di sejumlah bidang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“FKB menjadi momen penting sebagai review komitmen peningkatan hubungan bilateral sekaligus monitoring perkembangan tindak lanjut kunjungan Raja Swedia ke Indonesia pada bulan Mei 2017 kemarin,” kata Anshor, seperti keterangan tertulis dari KBRI Stockholm yang diterima Medcom.id, Sabtu 16 Desember 2017.
 
Selain itu, dibahas pula dukungan Swedia kepada pencalonan Indonesia di Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Untuk itu, Swedia bersedia untuk melakukan kegiatan bersama terkait dengan peranan Indonesia dan Swedia dalam peace keeping operation forces. 
 
Isu yang ditonjolkan adalah keistimewaan dua negara tersebut yang menjadi contoh keberhasilan misi perdamaian. Apabila pasukan Indonesia mempunyai contoh keberhasilan dalam rangka menundukkan hati masyarakat di tempat konflik, maka Swedia memiliki contoh yaitu keberhasilannya dalam mengikutsertakan perempuan dan keterlibatan masyarakat sipil dalam misi.
 
Swedia juga mengapresiasi penjelasan Indonesia mengenai gerakan separatis Papua. Untuk itu Negara Skandinavia ini juga akan membantu menggalang opini untuk melawan separatis Papua.
 
Disamping ingin mendorong kerja sama dalam pengembangan sumber energi baru dan terbarukan, Swedia juga ingin lebih meningkatkan peranannya di Indonesia dalam bidang dalam pengelolaan sampah (waste management).
 
Kedua pihak juga membahas perkembangan dalam kerjasama regional seperti UE dan ASEAN, maupun isu-isu internasional yang menjadi kepentingan bersama. Ketua SOM Indonesia dan Swedia sepakat mengenai pentingnya memperkuat peran Asia-Europe Meeting (ASEM) untuk meningkatkan konektivitas Asia dan Eropa.
 
“Untuk isu-isu global, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan beberapa join activities,” ungkap Anshor lagi.
 
Kegiatan tersebut antara lain adalah kerjasama antar kebudayaan sebagai upaya untuk memerangi rasisme dan hate speech, kerja sama untuk memerangi kejahatan terhadap anak-anak, dan kerjasama internasional lainnya mengenai pengarus-utamaan gender. 

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif