Menko PMK Puan Maharani mewakili pemerintah Indonesia memenuhi undangan kehormatan Raja Norodom Sihamoni di Phnom Penh, Kamboja (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Menko PMK Puan Maharani mewakili pemerintah Indonesia memenuhi undangan kehormatan Raja Norodom Sihamoni di Phnom Penh, Kamboja (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Menko PMK Apresiasi 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja

Internasional berita kemenko pmk
M Studio • 14 Februari 2019 12:17
Phnom Penh:Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mewakili pemerintah Indonesia memenuhi undangan kehormatan Raja Norodom Sihamoni di Phnom Penh, Kamboja.
 
Menko PMK Puan Maharani menghadiri perhelatan akbar Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja di Gedung Chaktomuk Theatre, Phnom Penh.
 
Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya hubungan Indonesia-Kamboja yang telah terbina selama 60 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hubungan diplomatik ini merupakan bagian dari nation branding citra kedua Negara dengan menampilkan musisi dan artis terkenal dari kedua Negara untuk turut berpartisipasi dalam pagelaran, dan membawa masyarakat Indonesia-Kamboja menjadi lebih dekat.
 
"Saya berharap hubungan kedua negara dapat terus berkembang dalam suasana persahabatan, saling percaya, dan saling menghormati, terutama pada masa King Father Norodom Sihanouk hingga saat ini," kata Menko PMK Puan Maharani, dikutip siaran persnya, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Menko PMK Puan Maharani juga mengucapkan selamat atas pengembangan Taman Arkeologi Angkor sebagai warisan dunia dan tujuan wisata terkemuka, serta mengapresiasi pengakuan Bantuan Teknis Indonesia untuk Safe Guarding Angkor (ITASA) melalui pendirian suatu museum/hall di Kompleks Angkor.
 
Selama ini, dukungan kerja sama telah terjalin dengan pemerintah Kamboja, yaitu di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pertahanan dan civil aviation, serta secara khusus bantuan yang diberikan pada saat musibah bencana gempa dan tsunami di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Banten-Lampung.
 
Tujuan keikutsertaan Indonesia pada acara ini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam, toleran, penuh nilai keluhuran sosial budaya dan modern kepada masyarakat Kamboja dan sebaliknya.
 
"Pemerintah Indonesia memandang penting dan strategis akan arti pelaksanaan acara hari ini, dan untuk itu kami mengharapkan agar pada kunjungan saya ini kita dapat lebih mendorong upaya implementasi nyata dan bermanfaat atas MoU Kerja Sama Kebudayaan dan MoU on Sister Temple Province yang telah kita miliki,” kata Menko PMK.
 
Acara Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja dimeriahkan pertunjukan budaya angklung-kolintang dari Pusbudi Nusantara dan juga Gending Sriwijaya dari Kinarya GSP.
 
Pagelaran Budaya 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja turut dihadiri oleh Raja Kamboja, Paduka Preah Bat Samdech Preah Boromneath Norodom Sihamoni, Deputi Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Kamboja Prak Sokhon, Ketua Senat Kerajaan Kamboja Samdech Say Chhum, Kebudayaan dan Seni Rupa Kerajaan Kamboja Phoeurng Sackona, Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Sudirman Haseng, Guruh Soekarnoputra, dan beberapa perwakilan lain.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif