KJRI Jeddah Desak Vision Network Bayar Gaji TKI
Ilustrasi TKI. (ANTARA FOTO M Rusman)
Jeddah: Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jeddah, Arab Saudi, mengeluhkan fasilitas asrama mereka. Gaji mereka pun sempat ditahan hingga lima bulan.

Menanggapi keluhan para TKI, Tim Pelayanan dan Perlindungan KJRI Jeddah langsung mendatangi perusahaan yang membawahi para TKI, Vision Network. KJRI Jeddah meminta klarifikasi soal asrama dan keterlambatan pembayaran gaji. 

"Kami juga meminta penjelasan soal izin tinggal sebagian dari TKI yang belum diurus perusahaan ke instansi berwenang di Arab Saudi," sebut pernyataan dari KJRI Jeddah kepada Medcom.id, Sabtu 17 November 2018.


Acting Konsul Jenderal RI Jeddah, Safaat Ghofur, menyayangkan pihak perusahaan yang lalai terhadap keamanan para TKI, dan tidak mengurus status izin tinggal mereka.

Dilaporkan sebanyak 15 TKI yang telah bekerja dari tiga hingga sembilan bulan belum mengantongi izin tinggal resmi. Akibatnya, mereka tidak bisa menarik gaji yang ditransfer perusahaan ke bank.

Selain tak bisa menarik gaji, ada sejumlah TKI yang ditahan karena dianggap tak memiliki izin tinggal. KJRI Jeddah kini sedang mengurus ke perusahaan terkait agar bisa membebaskan para TKI tersebut. 

KJRI Jeddah menyatakan terus berkoordinasi baik dengan instansi terkait di Arab Saudi. Hal itu untuk memastikan hak dan kewajiban para TKI terlaksana sesuai perjanjian. 

Tercatat sekitar 150 TKI bekerja pada perusahaan Vision Network. Mereka bekerja di bidang alat-alat berat yang kini tengah mengerjakan proyek Bandara Internasional King Abdulaziz. 



(AZF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id