medcom.id, Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi enggan berkomentar atau menanggapi berita bahwa ada tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) masuk daftar pencarian orang (DPO) Polisi Nasional Filipina (PNP).
Mereka diduga turut serta dalam penyerangan Kota Marawi, Filipina Selatan, pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf dan Maute yang diduga berafiliasi dengan ISIS.
"(Tanya) Pak Polisi," kata Menlu Retno, singkat, ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 1 Juni 2017.
Menurut informasi yang dihimpun, ketujuh orang tersebut yakni AY, 26, berangkat 28 Maret lalu. Lalu YHT, 31, berangkat ke Filipina pada April lalu, kemudian AS, 33, berangkat April. Juga YPW, 21, berangkat pada Maret lalu.
Kemudian, MJF, 26, berangkat 7 Maret 2017, dan MG, 24, berangkat pada Maret. Terakhir NYS, 21, berangkat sekitar November 2016.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri belum mengetahui apakah ketujuh orang ini masih di Marawi atau sudah pergi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan