Grafik gempa bumi yang ditunjukkan alat seismograf milik USGS. AFP PHOTO / USGS
Grafik gempa bumi yang ditunjukkan alat seismograf milik USGS. AFP PHOTO / USGS

Gempa 6,5 SR Guncang Filipina, Tidak Ada Ancaman Tsunami

Willy Haryono • 06 Juli 2017 17:36
medcom.id, Filipina: Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa yang mengguncang pusat Filipina pada Kamis 6 Juli 2017 berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR).
 
Bencana alam ini terjadi pada kedalaman enam kilometer di bawah permukaan laut, di tengah pulau Leyte, Filipina. 
 
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan tidak ada ancaman tsunami.

Marlon Tano, seorang petani dan jurnalis di Leyte, mengatakan kepada AFP bahwa gempa tersebut sempat membuatnya terjatuh saat berada di ladangnya di Borauen, sebuah kota yang dekat pusat gempa.
 
"Guncangan yang terjadi sangat kuat, sehingga saya terjatuh," ucap Tano, seperti dikutip AFP.
 
"Saya melihat bis dan motor berhenti di jalan raya, dan mereka berusaha keluar dari sana," tambahnya.
 
Sebagian besar pulau Leyte pernah hancur oleh topan dahsyat Haiyan pada November 2013. Tsunami besar juga pernah menghancurkan kota Tacloban dan daerah di sekitarnya, serta menyebabkan 7.350 orang meninggal atau hilang.
 
Pada Februari, gempa 6,5 SR membunuh delapan orang dan meninggalkan lebih dari 250 orang terluka di luar kota Surigao selatan. Bulan berikutnya, gempa 5,9 SR membunuh satu orang.
 
Sebelum Surigao mengalami gempa, guncangan mematikan terakhir yang pernah melanda pusat pulau di Filipina ini berkekuatan 7,1 SR dan menyebabkan lebih dari 220 orang meninggal dunia serta menghancurkan sebuah gereja bersejarah pada Oktober 2013.
 
Filipina merupakan salah satu negara yang terletak pada Ring of Fire, sebuah wilayah di Samudera Pasifik yang luas, di mana banyak gempa bumi dan letusan gunung berapi terjadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan