"Jagalah Indonesiamu, jangan sampai ada konflik. Karena sekali ada konflik di sana, kita tidak tahu kapan akan berhenti," kata Retno di hadapan pelajar, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat, 30 Agustus 2019.
"Ini pesan saya untuk anak-anak Indonesia. Jangan sampai kita terlalu mengurusi perbedaan, karena perbedaan akan terus ada," imbuhnya.
Retno mencontohkan konflik di Timur Tengah, salah satunya Afghanistan. Dia menuturkan Afghanistan telah berperang lebih dari 40 tahun.
"Saat ini, Afghanistan tengah menjalani proses perdamaian," imbuh dia.
Indonesia, kata Retno, membantu perdamaian di Afghanistan dengan mengadakan dialog dengan para ulama. Di Afghanistan, ulama didengarkan oleh masyarakat.
Sementara itu, salah satu agenda politik luar negeri Indonesia adalah menjaga perdamaian dunia. Karenanya, langkah ini harus didukung dengan bantuan seluruh masyarakat, termasuk para pelajar.
Menlu Retno hadir di Semarang dalam rangka menghadiri kegiatan DiploFest 2019. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini bertujuan untuk memberitahu masyarakat cara kerja diplomat dalam bernegosiasi, melakukan protokoler dan juga simulasi sidang Dewan Keamanan PBB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News