Demonstran pro-demokrasi meletakkan bunga dan menyalakan lilin di tempat tewasnya mahasiswa bernama Alex Chow Tsz-lok, Jumat 8 November 2019. (Foto: AFP / Anthony WALLACE)
Demonstran pro-demokrasi meletakkan bunga dan menyalakan lilin di tempat tewasnya mahasiswa bernama Alex Chow Tsz-lok, Jumat 8 November 2019. (Foto: AFP / Anthony WALLACE)

Pedemo Hong Kong Siapkan Aksi Protes Pekan ke-24

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Willy Haryono • 09 November 2019 20:06
Hong Kong: Demonstran Hong Kong menyiapkan aksi protes untuk pekan ke-24 pada Minggu 10 November besok. Salah satu lokasi yang akan dijadikan tempat protes adalah kawasan pusat perbelanjaan.
 
Tidak hanya itu, pengunjuk rasa juga menyerukan diadakannya aksi protes berskala masif pada Senin 11 November. Para pedemo menyerukan kepada semua simpatisan pro-demokrasi Hong Kong untuk memblokade akses menuju transportasi publik di jam sibuk.
 
Sementara itu, tujuh pejabat pro-demokrasi di Hong Kong disebut-sebut telah atau akan ditahan hari ini. Penangkapan ini diyakini akan menambah kemarahan publik usai tewasnya seorang mahasiswa di tengah aksi protes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari TRT World, Sabtu 9 November 2019, pernyataan resmi kepolisian Hong Kong menyebutkan bahwa tiga pejabat telah ditahan hari ini. Ketiganya dituntut atas tudingan mengganggu jalannya sebuah sesi pertemuan terkait Rancangan Undang-Undang Ekstradisi pada 11 Mei lalu.
 
RUU Ekstradisi adalah pemicu dimulainya gelombang unjuk rasa di Hong Kong enam bulan lalu. Meski RUU telah dicabut, aksi protes tetap berlanjut dan berkembang menjadi gerakan mendukung penuh demokrasi.
 
Selain itu, pedemo juga menuntut agar pemerintah Hong Kong menyelidiki dugaan penggunaan kekerasan berlebih oleh aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa..
 
Sementara itu, para politisi pro-demokrasi Hong Kong menuduh pemerintah sengaja melakukan penangkapan untuk memprovokasi demonstran, atau membatalkan pemilihan umum distrik pada 24 November mendatang.
 
Mengenai kematian seorang mahasiswa, korban diketahui mengembuskan napas terakhir pada Jumat 8 November dini hari. Ia adalah kematian pertama sejak protes di Hong Kong berjalan sejak Juni lalu.
 
Otoritas Rumah Sakit mengonfirmasi bahwa Alex Chow Tsz-lok meninggal karena luka yang dideritanya usai terjatuh saat mengikuti aksi unjuk rasa. Dia adalah mahasiswa dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong dan mengikuti kursus sarjana dua tahun di departemen ilmu komputer.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif