PM India Narendra Modi. (Foto: AFP)
PM India Narendra Modi. (Foto: AFP)

India Loloskan RUU Kontroversial Soal Kewarganegaraan

Internasional india
Arpan Rahman • 10 Desember 2019 17:04
New Delhi: Majelis rendah India meloloskan rancangan undang-undang kontroversial terkait status kewarganegaraan, Selasa 10 Desember 2019. Lewat aturan ini, nantinya India dapat memberikan status kewarganegaraan kepada kelompok minoritas agama dari negara tetangga, namun tidak termasuk Muslim.
 
Dalam RUU ini disebutkan bahwa India dapat memberikan status kewarganegaraan kepada pemeluk agama Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsis dan Kristen dari tiga negara, yakni Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan.
 
RUU ini diloloskan lewat raihan suara signifikan, yakni 311 dukungan dan 80 penentangan. "RUU ini sejalan dengan etos dan keyakinan India atas nilai-nilai kemanusiaan," tulis Perdana Menteri India Narendra Modi di Twitter, disitat dari kantor berita AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi kelompok Muslim, diloloskannya RUU bertajuk Citizenship Amandment Bill ini dinilai sebagai bagian dari upaya PM Modi meminggirkan minoritas Muslim di India yang berjumlah sekitar 200 juta jiwa.
 
Selama ini, PM Modi dan jajaran pemerintahannya membantah tudingan tersebut. "Ini bukanlah sebuah RUU yang bersifat diskriminatif," ucap Menteri Dalam Negeri India Amit Shah.
 
"Ini adalah RUU untuk memberikan hak, bukan merebutnya dari siapapun," sambung dia.
 
Pemerintahan PM Modi berusaha meloloskan RUU ini di periode pertama kekuasaannya, namun berakhir gagal di majelis tinggi. Kegagalan terjadi karena partai PM Modi, Bharatiya Janata (BJP) dan para sekutunya, bukan mayoritas di majelis tinggi India.
 
Setelah menang besar dalam pemilihan umum nasional pada April dan Mei lalu, BJP yakin dapat meloloskan RUU ini, baik di majelis rendah maupun tinggi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif