Melansir AFP, pengangkatan bangkai kapal Sewol memakan waktu selama tiga hari. Proses pengangkatan bangkai kapal dibantu dua kapal tongkang super raksasa yang ditempatkan di kedua sisi kapal yang tenggelam. Tongkang yang biasanya digunakan dalam pembangunan anjungan pengeboran minyak lepas pantai itu punya kemampuan khusus untuk memudahkan bongkar muat muatan yang tak kalah raksasanya, menenggelamkan diri.
Proses pengangkatan bangkai yang terbaring di kedalaman 60 meter dari permukaan laut berlangsung hanya tiga hari. Pada hari pertama, tali kabel baja yang berasal dari dua kapal tongkang diturunkan sampai ke dasar laut untuk menjangkau bawah kapal. Selain dengan kabel baja, kapal tongkang juga sedikit dibenamkan hingga 13 meter di bawah permukaan laut untuk mengimbangi saat saat bangkai diangkat ke permukaan.
Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Kapal Feri Sewol
Hari kedua atau pada 24 Maret 2017, kabel baja yang sudah terpasang mengelilingi Sewol yang terbaring miring di dasar lalu. Bangkai feri seberat 6,825 ton itu perlahan-lahan ditarik ke atas bersamaan hingga mengambang di antara dua tongkang.
.jpg)
Salah satu dari tongkang raksasa itu kemudian 'menenggelamkan diri' lagi dan bergeser seperti menciduk bangkai Sewol. Setelah posisi bangkai Sewol stabil di atas dek, tongkang raksasa tersebut kembali muncul ke permukaan laut. Mekanisme kerjanya sama seperti kapal selam.
Enam hari kemudian, bangkai kapal feri Sewol yang berhasil diangkat tiba di Pelabuhan Mokpo. Pejabat setempat mengatakan, butuh waktu hingga delapan hari untuk membawa bangkai kapal Sewol sejak diangkat dari dasar laut hingga ke Pelabuhan Mokpo.
Baca juga: Bangkai Sewol Dibangkitkan dari 'Kubur'
Kapal feri Sewol tenggelam pada 16 April 2014, diduga akibat kelebihan muatan. Kapal yang mengangkut 476 penumpang itu hendak bertolak menuju Pulau Jeju dari Incheon. Dari data yang dihimpun AFP, dari 476 penumpang, 250 di antaranya merupakan pelajar yang hendak berwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News