NEWSTICKER
Sekretaris Pertama Kedutaan Palestina Ahmad Metani. Foto: Marcheilla Ariesta
Sekretaris Pertama Kedutaan Palestina Ahmad Metani. Foto: Marcheilla Ariesta

Palestina Sebut Arab Saudi Tetap Dukung Kemerdekaan Mereka

Internasional arab saudi indonesia-palestina palestina israel
Marcheilla Ariesta • 05 Februari 2020 14:23
Jakarta: Palestina berterima kasih karena negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab satu suara menolak proposal 'Kesepakatan Abad Ini' yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka mengatakan sangat senang dengan keputusan tersebut.
 
"Kami sangat berterima kasih kepada semua negara Muslim dan Arab karena pada akhirnya kami melihat keputusannya. Pada Senin di Arab Saudi, semua negara Muslim menolak 'Kesepakatan Abad Ini' milik Trump," kata Sekretaris Pertama Kedutaan Palestina Ahmad Metani, dalam konferensi pers 'Dukungan untuk Masalah Palestina dan Menolak Kesepakatan Abad Ini yang Ilegal' di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu 5 Februari 2020.
 
Metani menambahkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud telah memanggil Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam kesempatan itu, Raja Salman mengatakan akan bekerja sama dengan Palestina untuk Yerusalem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saudi mengatakan ada di samping dan belakang Palestina, kami bersama-sama bekerja untuk Yerusalem dan siap melakukan apapun untuk Palestina," imbuhnya.
 
Kepada awak media, dia mengatakan Arab Initiative (Inisiatif Arab) merupakan tujuan Arab Saudi yang didukung semua negara Muslim dan komunitas internasional. Metani menuturkan visi Arab Initiative itu adalah Solusi Dua Negara dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
 
Sebelumnya, Arab Saudi ‘mengapresiasi’ upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam membuat sebuah rencana perdamaian untuk kawasan Timur Tengah. Rencana perdamaian ini diklaim Trump mampu menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
 
Trump beberapa kali menyebut rencana perdamaian yang disusunnya sebagai ‘Perjanjian Abad Ini.’
 
"Segala bentuk penentangan terhadap rencana perdamaian sebaiknya diselesaikan melalui negosiasi di bawah naungan Amerika Serikat," ucap pernyataan resmi dari Kerajaan Arab Saudi.
 
"Negosiasi diperlukan agar proses perdamaian (Israel-Palestina) dapat dilanjutkan," sambungnya, dikutip dari AFP. Saudi juga menyerukan agar Israel dan Palestina dapat segera memulai negosiasi secara langsung.
 
Para petinggi dan masyarakat Palestina menilai rencana perdamaian yang disusun AS tersebut bersifat bias terhadap Israel. Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh menganggap "Perjanjian Abad Ini" dapat memupuskan perjuangan bangsa Palestina.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif