Menlu Retno Marsudi dalam kunjungan ke kantor PBNU di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Menlu Retno Marsudi dalam kunjungan ke kantor PBNU di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

PBNU Nilai Isu Eks Kombatan ISIS Tak Perlu Dibicarakan

Internasional isis WNI Gabung ISIS
Marcheilla Ariesta • 11 Februari 2020 11:56
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak eks kombatan Islamic State (ISIS) pulang ke Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan usai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi kantor PBNU di Jakarta Pusat.
 
"PBNU menolak pemulangan kombatan ISIS ke Indonesia. Mereka sudah ke sana (Suriah) atas kemauan sendiri. Mereka membakar paspor kita, dan mengatakan ini paspor negara thagut," kata Ketua PBNU Said Aqil Siraj di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.
 
Ia menilai wajar jika pemerintah menolak kepulangan eks kombatan ISIS. Jika kepulangan mereka berpotensi mengganggu ketenangan 260 juta masyarakat Indonesia, maka isu semacam itu tak perlu dibicarakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menlu Retno menyatakan bahwa pemerintah masih terus membahas rencana pemulangan eks kombatan ISIS. Pihaknya, kata dia, masih fokus terhadap pendataan para eks kombatan ISIS tersebut.
 
"Posisi kita sejauh ini akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Karena data yang kita terima banyak sekali yang simpang siur. Jadi kita akan lakukan verifikasi," terang Retno.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya menolak memulangkan 600 WNI eks ISIS. Pertimbangannya, keselamatan negara dan keamanan rakyat Indonesia. Apalagi, sebagian dari mereka adalah kombatan dan terang-terangan menolak ideologi Pancasila.
 
Namun, Jokowi mengaku tak ingin memutuskan hal ini secara sepihak. Dia masih terus meminta masukan dari jajarannya untuk menentukan nasib para eks kombatan ISIS tersebut.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk tim untuk menggodok draf pemulangan eks ISIS. Rencana pemulangan eks ISIS baru diputuskan sekitar Mei atau Juni 2020.
 
Tim yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius itu akan menganalisis kerugian dan keuntungan terkait wacana pemulangan eks kombatan ISIS.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif