"Saya tersentuh oleh melimpahnya dukungan, terutama dari rekan-rekan saya di bisnis maskapai. Kejadian ini adalah mimpi terburuk saya. Namun, kita tidak boleh menyerah," tulis Tony dalam akun Twitter, Minggu (28/1/2014).
Setelah dinyatakan hilang, Tony langsung bergegas terbang ke Surabaya, Jawa Timur. Di sana, ia mengungkapkan rasa keprihatinan pada keluarga penumpang.
Tony menegaskan QZ8501 dalam kondisi baik sebelum lepas landas. Tidak ditemukan ada masalah teknis apapun sebelum pesawat buatan tahun 2008 itu diperbolehkan terbang.
QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sedangkan kru pesawat terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi.
Basarnas dibantu TNI, BPPT, nelayan lokal dan negara tetangga melanjutkan operasi pencarian di hari kedua, yang dibagi ke dalam tujuh sektor.
Pencarian hari ini difokuskan di Kalimantan Barat, yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata dan juga perairan Bangka Belitung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News