CEO AirAsia Tony Fernandes dalam konferensi pers di Mumbai, India - AFP / INDRANIL MUKHERJEE
CEO AirAsia Tony Fernandes dalam konferensi pers di Mumbai, India - AFP / INDRANIL MUKHERJEE

CEO AirAsia: Ini Mimpi Terburuk Saya

Willy Haryono • 29 Desember 2014 10:00
medcom.id, Jakarta: Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 masih belum ditemukan setelah kemarin dinyatakan hilang dalam penerbangan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura. CEO AirAsia Tony Fernandes mengaku terkejut dan prihatin atas tragedi ini.
 
"Saya tersentuh oleh melimpahnya dukungan, terutama dari rekan-rekan saya di bisnis maskapai. Kejadian ini adalah mimpi terburuk saya. Namun, kita tidak boleh menyerah," tulis Tony dalam akun Twitter, Minggu (28/1/2014).
 
Setelah dinyatakan hilang, Tony langsung bergegas terbang ke Surabaya, Jawa Timur. Di sana, ia mengungkapkan rasa keprihatinan pada keluarga penumpang.

Tony menegaskan QZ8501 dalam kondisi baik sebelum lepas landas. Tidak ditemukan ada masalah teknis apapun sebelum pesawat buatan tahun 2008 itu diperbolehkan terbang.
 
QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sedangkan kru pesawat terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi.
 
Basarnas dibantu TNI, BPPT, nelayan lokal dan negara tetangga melanjutkan operasi pencarian di hari kedua, yang dibagi ke dalam tujuh sektor.
 
Pencarian hari ini difokuskan di Kalimantan Barat, yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata dan juga perairan Bangka Belitung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan