"Pemerintah Israel tidak memutuskan sesuatu untuk penyelesaian ini, tidak ada negosiasi. Proses mediasi dari Amerika Serikat (AS) juga berhenti, jadi Palestina berada di kebuntuan sekarang," ungkap Mehdawi kepada Metrotvnews.com di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (25/1/2016).
Klaim Israel tidak hanya di Yerusalem, tetapi juga di kota Bethlehem dan Hebron. Hal ini sangat disayangkan karena berpotensi memperburuk ketegangan.
"Situasi politik di Palestina sendiri tidak menjanjikan karena adanya serangan dari Israel," ujar Mehdawi yang telah menjadi Dubes di Indonesia selama hampir 10 tahun.
Ia menambahkan masyarakat Palestina sendiri demi sedikit kehilangan harapan dalam proses perdamaian. Namun, tetap mencoba dan berusaha untuk mencapai kemerdekaan utuh.
"Kita sangat membutuhkan dukungan dari internasional untuk membahas isu-isu ini dan membantu dalam hal perdamaian," imbuhnya.
Saat ini, Palestina sudah disahkan PBB sebagai negara non-anggota. Mehdawi mengatakan dengan disahkannya Palestina oleh PBB, berarti Israel menduduki wilayah Palestina secara ilegal dan menentang semua resolusi PBB.
"Kami sangat mengandalkan dukungan internasional. Kami menyerukan intervensi melalui konferensi internasional dan keterlibatan PBB," ujar Mehdawi.
Menurut Mehdawi, sekarang ini adalah waktunya bagi dunia internasional untuk melakukan pendekatan kepada Israel, ketika mereka tidak mematuhi dan mengabaikan komitmen mereka.
"Israel harus menerima pendekatan yang berbeda. Saatnya dunia menempatkan sanksi yang cukup untuk Israel," imbuhnya.
Mehdawi yakin warga Palestina adalah warga yang tangguh dalam mencapai kemerdekaan seutuhnya dan mampu menyelesaikan masalah dengan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News