Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Foto:Kemenlu RI)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Foto:Kemenlu RI)

Prajurit Filipina Tewas Selamatkan WNI, Menlu Berduka

Internasional indonesia-filipina wni disandera abu sayyaf
Fajar Nugraha • 23 Desember 2019 19:18
Jakarta: Dua warga negara Indonesia (WNI) diselamatkan dari penyanderaan di Filipina. Di balik operasi itu, lima prajurit Filipina tewas dalam operasi pembebasan.
 
Menlu Retno Marsudi secara khusus menyampaikan duka cita atas kematian prajurit Filipina ini kepada militer setempat. Ucapan belasungkawa disampaikan kepada komandan militer Filipina.
 
"Dalam percakapan dengan petinggi Wesmincom (Komando Mindanao Barat) Letnan Jenderal Cirilito Sobejana pagi ini, saya mengucapkan belasungkawa dan simpati atas kematian lima prajurit Filipina saat operasi membebaskan sandera," sebut Menlu Retno Marsudi dalam akun Twitter, yang dikutip Medcom.id, Senin, 13 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdullilah, dua sandera Indonesia yang ditahan ASG (Abu Sayyaf), dibebaskan dengan aman pada pagi hari 22 Desember 2019," imbuhnya.
 
"Indonesia sangat mengapresiasi kerja sama kuat yang diperlihatkan otoritas Filipina dalam pembebasan sandera," Menlu menambahkan.
 
Dua WNI disandera selama 90 hari dari penyanderaan Abu Sayyaf pada 22 Desember 2019. Satu WNI masih terus diupayakan pembebasannya.
 
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengatakan, langkah diplomasi telah dilakukan sejak awal, melalui pembicaraan langsung Presiden Jokowi dengan Presiden Duterte serta Menlu RI dengan Menhan Filipina. Pembicaraan tersebut ditindaklanjuti dengan  koordinasi internal pemerintah yang dilakukan Kemenkopolhukam RI.
 
Pembicaraan tersebut ditindaklanjuti melalui kerja sama intensif antara badan intelejen Indonesia dengan militer Filipina. Operasi pembebasan berhasil menjejak posisi penyandera dan terjadi kontak senjata pada 22 Desember 2019 pagi hari. Dalam operasi tersebut, dua WNI atas nama SM dan ML berhasil dibebaskan. Sementara, satu sandera WNI dengan inisial MF masih terus diupayakan pembebasannya. SM dan ML akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan segera direpatriasi ke Indonesia. 
 
(WAH)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif