Skema jemput bola KJRI Kuching merupakan bentuk perlindungan dan pelayanan terhadap WNI di Sarawak, Malaysia. (Foto: KJRI Kuching)
Skema jemput bola KJRI Kuching merupakan bentuk perlindungan dan pelayanan terhadap WNI di Sarawak, Malaysia. (Foto: KJRI Kuching)

Jemput Bola, KJRI Kuching Tertibkan Dokumen WNI

Marcheilla Ariesta • 30 Juni 2019 14:02
Bintulu: Konsulat Jenderal RI di Kuching melakukan penertiban dokumen keimigrasian bagi para warga negara Indonesia (WNI). Proses pengambilan data biometrik sekaligus wawancara dilakukan di ladang sawit tempat para WNI bekerja.
 
"Kami hadir dengan sistem jemput bola untuk mendatangi para TKI langsung di ladang tempat mereka bekerja, sehingga tak perlu jauh-jauh ke kantor KJRI di Kuching," ujar Staf Teknis Imigrasi KJRI Kuching, Ronny Fajar Purba, dikutip dari keterangan tertulis KJRI Kuching yang diterima Medcom.id, Minggu, 30 Juni 2019.
 
Pelayanan ini, imbuh dia, merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi dan melayani WNI. Utamanya, dalam pencegahan TKI non-prosedur di luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ronny menegaskan bahwa penerbitan paspor menjadi solusi atas beberapa permasalahan yang kerap terjadi pada TKI di luar negeri. Ronny juga berpesan agar TKI menaati aturan hukum di Malaysia‎.
 
KBRI Kuching hanya melayani WNI yang memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. "Pertama, WNI yang sudah mempunyai paspor, tapi tidak mempunyai permit atau izin tinggal di Malaysia," kata Ronny.
 
Kedua, WNI yang punya paspor dan telah habis masa berlaku paspornya serta habis masa izin tinggalnya. Dan syarat terakhir, yakni WNI tidak berpaspor, tak memiliki dokumen, tetapi terdata pernah memiliki paspor RI.
 
"Biasanya untuk kasus TKI yang masuk Malaysia menggunakan paspor, lalu lari dari majikan, dan paspor ditahan oleh majikan," tuturnya.
 
Jemput Bola, KJRI Kuching Tertibkan Dokumen WNI
Proses wawancara WNI di Sarawak, Malaysia. (Foto: KJRI Kuching)
 
Saat ini, tercatat ada 154.864 TKI yang bekerja di wilayah‎ Sarawak, Malaysia. Ini merupakan 95 persen dari total pekerja asing di wilayah tersebut. Sementara itu, 20 ribu dari jumlah tersebut berstatus ilegal.
 
Selama semester awal 2019, KJRI Kuching telah melaksanakan pelayanan jemput bola bagi WNI. Sebanyak 1.639 WNI telah terlayani.
 
KJRI Kuching juga telah memulangkan 284 WNI yang ‎bermasalah hukum di Malaysia. Beberapa pelanggaran yang sering dilakukan adalah overstay, tak memiliki paspor, dan memalsukan cap paspor.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif