Seychelles Dukung Perikanan Berkelanjutan via Blue Bond
Wapres Seychelles Vincent Meriton (tengah) di OOC 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 29 Oktober 2018. (Foto: ANTARA FOTO/media OOC 2018/Idhad Zakaria/nym)
Nusa Dua: Republik Seychelles meluncurkan Sovereign Blue Bond -- instrumen finansial yang didesain untuk mendukung berbagai proyek kelautan dan perikanan berkelanjutan. Peluncuran dilakukan dalam acara Our Ocean Conference di Nusa Dua Bali, 29-30 Oktober 2018.

Instrumen keuangan ini, yang menggalang dana USD15 juta atau setara Rp228 miliar dari sejumlah investor internasional, mendemonstrasikan potensi dari banyak negara dalam mendanai penggunaan berkelanjutan dari sumber daya kelautan. Bank Dunia membantu mengembangkan Blue Bond dan mencoba menggandeng tiga investor: Calvert Impact Capital, Nuveen dan Prudential.

Baca: RI Ingin Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Seychelles

"Kami merasa terhormat dapat menjadi negara pertama dalam merintis instrumen keuangan seperti ini. Blue Bond, yang merupakan bagian dari sebuah inisiatif yang menggabungkan investasi sektor publik dan swasta dalam memobilisasi sumber daya untuk memberdayakan komunitas serta bisnis lokal, akan sangat membantu Seychelles dalam mencapai sebuah transisi menuju perikanan berkelanjutan dan menjaga laut kami," ucap Wakil Presiden Seychelles Vincent Meriton dalam OOC 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center.

Kelanjutan dari Blue Bond meliputi dukungan untuk perluasan area-area maritim yang dilindungi, meningkatkan prioritas perikanan pemerintah dan pengembangan Blue Economy dari Seychelles. Dana hibah dan pinjaman akan disediakan melalui Blue Brants Fund dan Blue Investment Fund, yang diatur oleh Seychelles Conservation and Climate Adaptation Trust (SeyCCAT) dan bank Development Bank of Seychelles (DBS).

"Bank Dunia tertarik untuk terlibat dalam peluncuran Sovereign Blue Bond dan meyakini instrumen ini dapat menjadi model nagi negara-negara pulau lainnya. Merupakan sinyal kuat saat para investor tertarik mendukung manajemen dan pembangunan berkelanjutan dari lautan kami untuk generasi-generasi mendatang," tutur Laura Tuck, Wakil Presiden Pembangunan Berkelanjutan di Bank Dunia.

Seychelles adalah negara kepulauan yang terdiri dari 115 pulau granit dan koral. Negara ini memiliki luas daratan 455 kilometer persegi dengan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 1,4 juta km persegi. Sebagai salah satu hotspot biodiversitas, Seychelles menyeimbangkan kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian dan melindungi sumber daya alam.

Sumber daya alam laut merupakan hal penting bagi pertumbuhan ekonomi Seychelles. Setelah pariwisata, sektor perikanan adalah industri terpenting di Seychelles, yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) dan membuka lapangan pekerjaan untuk 17 persen total populasi warga. Produk-produk perikanan berjumlah sekitar 95 persen dari total nilai ekspor domestik Seychelles.

"Blue Bond Seychelles adalah pencapaian signifikan dalam dukungan kami terhadap konservasi kelautan," ujar Naoko Ishii, CEO dari Global Environment Facility (GEF).


(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id