Bali Democracy Forum ke-11

Melalui BDF, Indonesia Tidak Ingin Menggurui Mengenai Demokrasi

Fajar Nugraha 06 Desember 2018 11:50 WIB
bali democracy forumbdf
Melalui BDF, Indonesia Tidak Ingin Menggurui Mengenai Demokrasi
Bali Democracy Forum ke-11 menurut Menlu Retno Marsudi menjadi ajang berbagi pengalaman demokrasi. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Nusa Dua: Pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-11 dilakukan selama dua hari pada 6-7 Desember. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan kembali bahwa melalui BDF ini, Indonesia tidak ingin menggurui mengenai demokrasi.

Sebelumnya dalam pembukaan forum ini, Menlu menyebutkan bahwa laporan dari Economist Intelligence Unit mengenai indeks demokrasi meningkat dalam 10 tahu terakhir. Di Asia, demokrasi makin menguat dari 5,05 persen pada 2006 menjadi 5,41 persen pada 2016.

Baca juga: Milenial Buat Demokrasi Jauh Lebih Berwarna.


Sementara dalam pertemuan selama dua hari ini akan dibahas secara komprehensif mengenai demokrasi untuk kemakmuran.

“BDF tidak bertujuan untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah The Champion of Democracy, namun menjadikan forum bersama ini sebagai forum bagi negara-negara ini untuk saling bertukar pengalaman dan saling belajar,” ujar Menlu Retno, kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018.

“Selama 10 tahun pertamanya, BDF telah menciptakan kontribusi Indonesia terhadap kemajuan nilai-nilai demokrasi, pluralisme dan modernisasi baik di kawasan Asia Pasifik maupun dalam tataran global,” tuturnya.

Diharapkan BDF kedepannya akan tetap konsisten mempromosikan nilai-nilai demokrasi. Indonesia sadar adanya tantangan-tantangan baru tetapi dengan BDF Pemerintah Indonesia terus berupaya menunjukkan bahwa demokrasi merupakan alat untuk menghilangkan ketimpangan, mereduksi kesenjangan, dan demokrasi memberikan kesempatan untuk kemajuan ekonomi dan politik secara seimbang.

Ini yang mendorong Indonesia mengambil tema ‘Democracy for Prosperity’ dalam rangka memajukan kemakmuran rakyat. Diskusi dalam dua hari ini akan digunakan untuk melihat bagaimana demokrasi membantu kesejahteraan untuk semua dan tanpa mengurangi sifat keberlangsungan dari pembangunan ekonomi tersebut.

Dan untuk pertama kalinya di tahun ini, BDF menghadirkan para pelaku usaha di diskusi panel agar mereka dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana demokrasi dapat menunjang kesuksesan bisnis yang dijalankan dan bagaimana kontribusi mereka terhadap kemajuan demokrasi. Hadir pula para akademisi dan para ahli lainnya.

Menlu menambahkan, kombinasi panelis ini akan mencoba menjawab sub tema ‘Making Democratic Institutions and Inclusive Prosperity Suistainable’ dan ‘Technology Innovation in the Future of Prosperity’.

Bali Democracy Forum ke-11 menjadi ajang berbagi bersama dari peserta dalam menceritakan demokrasi yang mereka jalankan. Forum ini berlangsung pada 6-7 Desember dan diikuti oleh 92 negara dan tujuh organisasi internasional dengan jumlah peserta hampir 470 orang. 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id