Natalie Sambhi di Jakarta Geopolitical Forum 2018, Jakarta, 24 Oktober 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)
Natalie Sambhi di Jakarta Geopolitical Forum 2018, Jakarta, 24 Oktober 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Indonesia Pemain Kunci di Kawasan Indo-Pasifik

Internasional indo-pasifik
Marcheilla Ariesta • 24 Oktober 2018 18:06
Jakarta: Indonesia disebut sebagai pemain kunci dalam kawasan Indo-Pasifik. Peneliti dari Perth USAsia Centre, Natalie Sambhi, menilai ada beberapa hal yang membuat Indonesia berperan penting di Indo-Pasifik.
 
"Indonesia dapat memperbarui brand mereka setelah beberapa tahun dipimpin Presiden Joko Widodo, terutama usai Asian Games beberapa waktu lalu," kata Sambhi di Jakarta Geopolitical Forum 2018, Jakarta, 24 Oktober 2018.
 
"Indonesia sebagai inovator, negara yang penuh dengan energi muda dan kesempatan," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sambhi menjelaskan Indonesia masih dapat berkreasi dalam energi pembaruan. Indonesia juga dinilai bisa memberikan pengaruh pada situasi terkini di Laut China Selatan.
 
Menurut dia, Indonesia juga bisa menjadi jembatan antara negara-negara berkekuatan besar. "Asia Tenggara merupakan kawasan alternatif yang berada di tengah-tengah monopoli dua negara besar, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat (AS)," tutur Sambhi.
 
Baca:Poros Maritim jadi Pilar Indo Pasifik bagi Indonesia
 
Karenanya, dia menyampaikan ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Indo-Pasifik. Pertama, Indonesia harus menggalakkan diplomasi, terutama di level multinasional.
 
Kedua, Indonesia juga harus menjaga penelitian akademis dan ilmiah. Poin terakhir, Indonesia harus melindungi komunitas sipil dan hubungan media dengan akademik serta pemerintah.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan konsep Indo-Pasifik yang disampaikan Indonesia dapat menjadi bagian dari solusi perdamaian dunia. Indonesia menawarkan konsep Indo-Pasifik yang transparan, terbuka dan inklusif, serta patuh pada hukum internasional.
 
"Kita ingin mengubah geopolitik kompetisi menjadi kolaborasi," tukas Menlu Retno.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi