Peran perempuan disebut dalam peringatan UN Day di Kemenlu RI bersama Menlu Retno L.P Marsudi (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).
Peran perempuan disebut dalam peringatan UN Day di Kemenlu RI bersama Menlu Retno L.P Marsudi (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Pentingnya Peran Wanita dalam Pasukan Penjaga Perdamaian

Marcheilla Ariesta • 27 Oktober 2017 18:05
medcom.id, Jakarta: Wanita memiliki peranan penting dalam misi menjaga perdamaian, terutama dalam menangani kasus yang menjurus ke gender, seperti pemerkosaan dan kekerasan.
 
Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani menyatakan peranan wanita sangat baik dalam menjaga perdamaian di dunia.
 
Hal ini dibenarkan oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Wanita (UN Women) Sabine Machl.  Dia mengatakan wanita dapat berperan menjadi teman curhat dan pahlawan bagi para korban.
 
"Banyak sekali keuntungan yang didapat para pasukan penjaga perdamaian karena wanita," ujarnya saat ditemui di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Jumat 27 Oktober 2017.
 
"Salah satunya dalam menyelesaikan kasus menjurus ke gender," imbuhnya.
 
Trian menuturkan, untuk membantu permasalahan suatu negara atau membantu penyelesaian konflik, harus dimulai dengan pendekatan. Hal ini yang dilakukan para wanita penjaga perdamaian, terutama dari Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
 
Sementara itu, Sabine menjelaskan adanya wanita dalam pasukan perdamaian PBB bermula sejak Resolusi 1325 PBB dikeluarkan pada 2000 lalu. Resolusi tersebut menyatakan mengenai kesetaraan wanita berpartisipasi penuh dalam upaya memelihara dan menyebarluaskan perdamaian serta keamanan.
 
Ada empat pilar yang merupakan pedoman dasar para wanita petugas penjaga perdamaian. "Partisipasi perempuan, pencegahan konflik, perlindungan dan akses berbicara untuk memberikan pelayanan berbeda dalam menjalankan tugas," kata dia.
 
Hadir dalam acara diskusi di kantor Kemenlu veteran pasukan penjaga perdamaian, Letnan Kolonel Ratih Pusparini yang pernah bertugas di Suriah dan Lebanon pada 2012 silam.
 
Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara terbanyak penyumbang pasukan penjaga perdamaian dunia. Tercatat kurang lebih 2.800 personel penjaga perdamaian asal Indonesia berada di misi perdamaian dunia, 64 diantaranya perempuan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan