Puluhan ribu warga Okinawa mendesak AS untuk segera angkat kaki dari Jepang, 19 Juni 2016. (Foto: AFP/Toru Yamanaka)
Puluhan ribu warga Okinawa mendesak AS untuk segera angkat kaki dari Jepang, 19 Juni 2016. (Foto: AFP/Toru Yamanaka)

Ribuan Warga Okinawa Usir Militer AS

Internasional as-jepang
Willy Haryono • 20 Juni 2016 08:05
medcom.id, Okinawa: Sekitar 65 ribu orang berunjuk rasa di Okinawa, Minggu (19/6/2016), untuk mendorong militer Amerika Serikat (AS) meninggalkan Jepang. Dorongan diperkuat ditangkapnya seorang mantan prajurit AS terkait pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita lokal. 
 
Sebagian besar pendemo mengenakan baju hitam untuk mengenang wanita yang tewas. Seperti dilaporkan Associated Press, mereka mendesak pemerintah Jepang untuk mengulas kembali kerja sama pertahanan dengan AS. 
 
Jasad seorang wanita Jepang ditemukan bulan lalu di Okinawa. Seorang kontraktor yang pernah menjadi prajurit AS ditangkap bulan lalu atas kecurigaan terkait pembunuhan wanita tersebut. Namun, hingga saat ini pria itu belum dijerat pasal pembunuhan wanita tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 1995, tiga tentara AS memerkosa seorang wanita lokal yang membuat warga Okinawa geram. Gubernur Okinawa Takeshi Onaga menyinggung tragedi pembunuhan terbaru saat berbicara di hadapan warga. 
 
"Kami bertekad insiden semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi," tegas Onaga.
 
"Saya tidak dapat mengubah sistem politik untuk mencegah tragedi tersebut. Itu adalah penyesalan terbesar saya sebagai politikus dan sebagai gubernur Okinawa," sambung dia. 
 
Ribuan Warga Okinawa Usir Militer AS
Unjuk rasa warga Okinawa mengecam kehadiran militer AS. (Foto: AFP)
 
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) melarang semua personelnya yang ditugaskan di Jepang dalam mengonsumsi alkohol. Semua prajurit AS di Negeri Sakura juga dibatasi dalam beraktivitas di luar markas. 
 
Larangan dikeluarkan setelah seorang prajurit AS bernama Aimee Mejia, 21, ditangkap polisi atas tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk minuman keras. Mejia yang mabuk berat menabrak beberapa kendaraan dan melukai dua orang pada Sabtu 4 Juni. 
 
Ini merupakan insiden terbaru yang melibatkan pasukan AS di Okinawa. Banyak warga Okinawa menolak kehadiran militer AS. 
 
Jepang telah memperketat aktivitas militer AS di Okinawa, setelah seorang mantan tentara Negeri Paman Sam diduga membunuh dan membuang sesosok jasad wanita lokal bulan lalu. 
 
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe marah besar atas ditemukannya jasad tersebut, dan telah menyampaikan kecamannya tersebut kepada Presiden Barack Obama dalam KTT G7 di Jepang.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif