medcom.id, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akui sudah lakukan upaya konkret yang bahkan sudah lebih dari batas untuk memperjuangkan nasib Karni. WNI asal Brebes, Jawa Tengah, itu akhirnya dieksekusi mati oleh Arab Saudi Kamis (16/4/2015).
"Pertemuan kami yang dicatat di file kami lebih dari 33 kali kita melakukan petemuan dengan almarhum ibu Karni sebelum dieksekusi. Bahkan sehari sebelumnya Konjen RI masih melakukan pertemuan dengan ibu Karni," kata Retno, di Kantor Kemlu Jalan Pejambon, Jakarta Pusat. Jumat (17/4/2015)
Menurut Retno, langkah Kemlu dirasa sudah sangat maksimal dan optimal terkait pendampingan hukum. Pasalnya pendekatan baik secara formal baik dari kementerian, KJRI dan Presiden turut ambil bagian.
"Pak Presiden sudah tiga kali kirim surat ke Raja Arab Saudi. Dari saya sebagai Menlu juga menyuarakan kembali appeal kita soal pengurangan hukum dan pengampunan melalui pertemuan saya dengan wakil Menlu Arab Saudi Maret lalu," ucal Retno.
Bahkan, lanjut Retno, usaha ini tak hanya dilakukan antara pemerintah dengan pemerintah. Kemlu lakukan pendekatan informal dengan keluarga korban di Arab Saudi.
"Kita sudah sangat extra mile. Baik hukum, diplomasi formal dan informal. Bahkan pendekatan kepada keluarga, masyarakat serta kita sempat membawa keluarga Karni dari sini ke sana (Arab Saudi) semuanya sudah kita lakukan, namun pengampunan tak di dapat," lanjut Retno.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda