Diskusi media ASEAN dan Tiongkok (Foto: Sonya Michaella/MTVN).
Diskusi media ASEAN dan Tiongkok (Foto: Sonya Michaella/MTVN).

Peran Media Krusial bagi Kesuksesan Hubungan ASEAN-Tiongkok

Internasional asean-tiongkok
Sonya Michaella • 21 Oktober 2016 11:59
medcom.id, Jakarta: Media harus menjadi wadah untuk pelaksanaan hubungan bilateral antara ASEAN dan Tiongkok. Tak hanya itu, media bisa menjadi pondasi untuk hubungan ASEAN dan Tiongkok.
Ini menjadi tujuan Tiongkok dari sejak lama, di mana media berperan sangat penting untuk hubungan Tiongkok dengan negara lain maupun dengan organisasi atau blok, seperti ASEAN.
"Kami harap melalui media, kami bisa bersinergi lebih erat lagi di berbagai bidang, entah itu politik, ekonomi maupun sosial budaya," kata Dekan Fakultas Budaya dan Inovasi, Beijing Normal University, Yu Dan, di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
"Media juga membantu kami mempromosikan kultur dan budaya kami yang sangat bersejarah dan kuat di mana warga Tiongkok sangat menghargai perbedaan," lanjutnya lagi.

Peran Media Krusial bagi Kesuksesan Hubungan ASEAN-Tiongkok
Pertemuan ASEAN dan Tiongkok (Foto: Sonya Michaella/MTVN).
Senada dengan Yu Dan, Wakil Sekjen Kementerian Informasi Kamboja, Has Sam Ath juga berpendapat bahwa peran media sangatlah penting untuk perkembangan hubungan ASEAN dan Tiongkok.
"Hubungan ASEAN dan Tiongkok berkembang dan bertumbuh setiap harinya. Dua belah pihak sangat memberikan keuntungan, termasuk 10 negara anggota ASEAN," ucapnya.
Menurut Has, media menjadi platform untuk membeberkan misi ASEAN dan Tiongkok yang mengutakaman kedamaian dan stabilitas di kawasan, juga people to people contact.
"Di Kamboja, contohnya, Facebook sangat populer dan hampir semua warga Kamboja menggunakan Facebook. Media sosial ini juga bisa menjadi jembatan untuk people to people contact dan menyelesaikan masalah," tutur Has.
Saat ini, Tiongkok sendiri sedang bangkit menjadi negara maju di dunia. Dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok makin mengukuhkan diri sebagai negara yang perlu dipertimbangkan kekuatannya.
Para akademisi dari Tiongkok menganggap era Barat kini sudah selesai dan saatnya Tiongkok menunjukkan kekuatannya. Mereka sangat bangga bahwa ekonomi Tiongkok saat ini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya di ekonomi, namun di bidang politik, sosial budaya, pendidikan dan juga pariwisata. Pemerintah Tiongkok kini mulai melakukan transparasi kepada rakyatnya.
Hubungan Indonesia dan Tiongkok
Dou Yunyun adalah seorang jurnalis asal Tiongkok yang menjadi koresponden di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dirinya mengaku senang tinggal di Indonesia, khususnya Jakarta.
Sebab, menurut Duo, Indonesia kaya akan budaya dan kultur yang sangat menarik. Namun, disayangkan bahwa beberapa pihak masih mengutarakan bahwa mereka anti-Tiongkok.
"Indonesia adalah negara yang besar dengan isu anti-Tiongkok yang cukup besar pula. Di sini sangat beragam," kata Duo.
 
Peran Media Krusial bagi Kesuksesan Hubungan ASEAN-Tiongkok
Diskusi media ASEAN dan Tiongkok (Foto: Sonya Michaella/MTVN).
Menurutnya, isu ini terus berlangsung hingga lama. Ia pun memberikan contoh bahwa hubungan Tiongkok dan Indonesia kini sangat erat. Hal ini ditunjukkan dengan eratnya hubungan antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden RI, Joko Widodo.
"Banyak cerita dan banyak kerja sama yang dibentuk antara Tiongkok dan Indonesia, yang mereka (anti-Tiongkok) tidak mengerti," ucapnya lagi.
Duo menganggap kini hubungan Tiongkok dan Indonesia makin menguat, terutama dengan adanya hubungan antara ASEAN dengan Tiongkok di mana Indonesia menjadi salah satu pelopor berdirinya ASEAN.
"Sukses yang diperoleh dari hubungan Tiongkok dan ASEAN, terutama dengan Indonesia. Bagaimana kontribusi Tiongkok ke Indonesia sangatlah besar," tandas Duo.
Duo menambahkan bahwa pemerintah Tiongkok pun mulai terbuka dan melakukan transparansi di berbagai isu, salah satunya adalah isu Laut China Selatan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif