Mantan Menlu Marty Natalegawa (Kanan) (Foto: Antara)
Mantan Menlu Marty Natalegawa (Kanan) (Foto: Antara)

Mantan Menlu Marty Natalegawa: Pendahulu Diplomat RI Sangat Ulet

Sonya Michaella • 19 Agustus 2016 13:59
medcom.id, Jakarta: HUT Kementerian Luar Negeri ke-71 dianggap sebagai kelanjutan dari semangat terdahulu yang sudah dibangun dan semangat tersebut tidak boleh patah.
 
Napak tilas kediaman Menteri Luar Negeri RI yang pertama, Ahmad Subardjo menjadi pembuka serangkaian acara HUT Kemenlu tahun ini.
 
Mantan Menlu Marty Natalegawa: Pendahulu Diplomat RI Sangat Ulet
Foto Ahmad Subardjo di kediamanan (Foto: Sonya Michaella/MTVN)
 
"Jadi kita tidak bisa membayangkan kalau semangat itu ada saat ini, itu luar biasa. Dulu mereka memikirkan hanya untuk bangsa. Orang sekarang sudah tidak memikirkan apa yang didapat, tapi apa yang bisa dia berikan lalu mempunyai dampak," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir ketika ditemui di kediaman Ahmad Subardjo, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).
 
Wamenlu Fachir pun mengaku sempat terbawa emosi dan terharu dengan fakta bahwa kediaman Menlu pertama RI juga dijadikan kantor Kemenlu pada saat itu. 
 
"Bagaimana perjuangan mereka pada waktu itu, bahkan rumah sendiri dijadikan kantor dan dijadikan tempat bekerja untuk sebuah perjuangan," lanjutnya.

Mantan Menlu Marty Natalegawa: Pendahulu Diplomat RI Sangat Ulet
Wamenlu Fachir (batik biru) bersama dengan Menlu Retno Marsudi (Foto: dok. Kemenlu RI)
 


 
Momentum ini, kata dia, sebagai salah satu inspirasi dan dorongan bagi anak-anak muda Indonesia, khususnya para diplomat Kemenlu dan juga putra-putri bangsa yang ingin menjadi diplomat.
 
"Tentu, semangat perjuangan terdahulu harus semakin bertambah sekarang dan tidak boleh kurang," tegas Wamenlu Fachir.

Mantan Menlu Marty Natalegawa: Pendahulu Diplomat RI Sangat Ulet
Rumah Menlu Pertama RI, Ahmad Subardjo (Foto: Dok.Kemenlu RI)
 
 
Mantan Menteri Luar Negeri pada era pemerintahan SBY, Marty Natalegawa pun berharap bahwa generasi selanjutnya, tak hanya yang bekerja di Kemenlu namun di seluruh Indonesia bisa melanjutkan semangat yang terdahulu.
 
"Kita semua teringat kembali betapa perjuangan kemerdekaan bangsa ini tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik dan bertempur tapi juga perjuangan diplomasi. Kita teringat kembali betapa uletnya dan teguhnya para pendahulu diplomat Indonesia," ucap Marty ketika ditemui di rumah Ahmad Subardjo.
 
"Dan saya kira ke depannya, generasi selanjutnya perlu dan harus melanjutkan semangat-semangat seperti ini dan jangan sampai luntur," pungkas Marty.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan