Wapres Jusuf Kalla hadiri KTT ASEM di Mongolia (Foto: Dok.Kemenlu)
Wapres Jusuf Kalla hadiri KTT ASEM di Mongolia (Foto: Dok.Kemenlu)

Tantangan Global Dipaparkan Wapres dalam KTT ASEM ke-11

Fajar Nugraha • 16 Juli 2016 17:44
medcom.id, Ulan Bator: Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Europe Meeting (ASEM) di Ulan Bator, Mongolia. Indonesia mendorong kerja sama konektivitas Asia dan Eropa dalam pertemuan ini.
 
Pertemuan ini berlangsung 15-16 Juli 2016, dengan tema "20 Years of ASEM: Partnership for the Future through Connectivity" dan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ASEM ke-20. Wapres didampingi Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir dan Dubes RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo.
 
Pada KTT ASEM yang dihadiri para pemimpin dunia dari 51 negara Asia dan Eropa serta Uni Eropa dan ASEAN, Wapres menjadi Pembicara Utama untuk Sesi Pleno 2 dengan tema Connectivity. 
 
Dalam pidatonya, Wapres mengapresiasi pencapaian positif kerja sama ASEM dalam 20 tahun ini dan menegaskan masih terbukanya peluang besar bagi peningkatan kerja sama Asia dan Eropa yang saling menguntungkan. Potensi ini sangat besar mengingat kedua kawasan mewakili sekitar 60 persen masing-masing GDP, perdagangan, dan populasi dunia.
 
"Kerja sama ASEM ke depan harus lebih memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas antara lain dengan menghidupkan kembali Pertemuan Menteri Ekonomi ASEM serta mendorong segera dimulainya kelompok kerja ASEM mengenai konektivitas," ujar Wapres JK dalamnya pidatonya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (16/7/2016).      
 
Pada kesempatan ini, Wapres juga menyoroti berbagai tantangan global saat ini antara lain implikasi negatif Brexit, ketimpangan kaya dan miskin di dalam negeri maupun antar-negara, meningkatnya intoleransi, terorisme, kesenjangan akses teknologi informasi, krisis pangan dan ledakan penduduk, serta merosotnya produktivitas lahan pertanian.  
 
Sebagai solusi atas berbagai tantangan tersebut, Wapres menekankan pentingnya peran ASEM, pertama dalam penguatan nilai-nilai kebersamaan antar-anggota ASEM seperti toleransi, moderasi, pluralisme melalui inter-faith dialogue, demokrasi dan hak asasi manusia. Kedua, menjembatani kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan konektivitas fisik. Serta ketiga, promosi konektivitas digital guna memastikan pemerataan akses dan manfaat dari iptek. Keempat, mendorong kerja sama joint research di bidang produksi pangan, guna mengantisipasi krisis pangan dunia.
 
Wapres juga mengundang negara anggota ASEM untuk menghadiri Pertemuan Menteri Transportasi ASEM yang ke-empat di Indonesia tahun 2017, yang bertema "Bridging Europe-Asia through Integrated Transport Connectivity-Synergizing Regional Strategic Plan".
 
Di akhir pertemuan Pleno, KTT ASEM menyepakati sebuah pernyataan mengenai terorisme sebagai respon atas sejumlah serangan teroris yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Eropa, sebagaimana yang baru saja terjadi di Nice, Prancis. 
 
Negara anggota ASEM mengutuk keras serangan teroris dalam tujuan dan bentuk apapun, serta menegaskan komitmen bersama untuk bersatu memerangi terorisme. Negara ASEM juga menekankan pentingnya penyelesaian hukum kepada para pihak yang bertanggungjawab atas serangan dimaksud sesuai dengan piagam PBB dan hukum internasional yang berlaku.
 
Pada 16 Juli 2016, para pemimpin ASEM akan melakukan retreat guna membahas berbagai isu-isu global terkait dengan tiga pilar kerja sama ASEM meliputi politik, ekonomi dan sosial budaya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan