Dalam pernyataan PBB, Selasa (28/4/2015), jutaan orang itu didominasi Nepal, sementara sebagian kecil lainnya di beberapa negara tetangga seperti India dan Tiongkok.
PBB menyebut lebih dari 1,4 juta korban gempa Nepal membutuhkan makanan, air dan tempat pengungsian.
Seperti dikutip AFP, dari delapan juta orang, hampir satu juta di antaranya adalah anak-anak. Sejak bencana terjadi, mereka tinggal di pengungsian darurat di lapangan terbuka.
"Sedikitnya 940.000 anak-anak tinggal di area yang terkena imbas gempa bumi di Nepal membutuhkan bantuan darurat kemanusiaan," ucap perwakilan agensi anak-anak PBB atau UNICEF.
"Keterbatasan akses ke air bersih dan sanitasi layak akan membuat anak-anak berisiko terkena penyakit," sambungnya.
UNICEF mengaku sedang memobilisasi staf dan mengirim dua kargo berisi 120 ton pasokan kemanusiaan, termasuk obat-obatan, tenda darurat dan selimut.
Bantuan yang disalurkan, baik dari pemerintah Nepal maupun negara asing, terhambat sulitnya akses, kerusakan infrastruktur dan buruknya sistem komunikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News