Singapore Media Festival (SMF) 2019 menawarkan banyak program acara menarik (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Singapore Media Festival (SMF) 2019 menawarkan banyak program acara menarik (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Singapore Media Festival Dorong Talenta Baru untuk Berkarya

Gervin Nathaniel Purba • 26 Desember 2019 12:16
Singapura: Rangkaian Singapore Media Festival (SMF) 2019 menawarkan berbagai program acara menarik. Beragam program baru dan platform disempurnakan untuk mendorong aspirasi pelaku industri media dan kreator konten untuk membawa cerita mereka ke panggung yang lebih besar.
 
Rangkaian SMF terdiri atas Singapore International Film Festival (SGIFF) yang berlangsung pada tanggal 21 Nov – 1 Des 2019, Asia TV Forum & Market (ATF) yang berlangsung pada tanggal 3-6 Desember 2019, Vidcon Asia Summit, ScreenSingapore (SS) yang berlangsung pada tanggal 3-4 Desember 2019, Singapore Comic Con (SGCC) yang berlangsung pada 7-8 Desember 2019, dan Asian Academy Creative Awards (AAA) yang berlangsung 5-6 Desember 2019. Salah satu pembahasan besar SMF 2019 ialah Asia Sumbernya Cerita untuk Dibagikan.
 
?Senior Manager Pop Culture (SGCC) Suhaimi Sainy menjelaskan bahwa konsep menampung ide dan mempublikasikannya menjadi pembeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Selain itu, konsep tersebut diyakini belum diikuti oleh acara Comic Con di negara lain.

"Kami memberikan peluang kepada setiap orang untuk menjadi kreator menciptakan komik mereka sendiri. Jika Anda punya ide sendiri untuk dijadikan komik, Anda bisa membuat proposal kepada perusahan atau publisher. Jika disetujui, ide tersebut akan dijadikan komik," ujar Suhaimi Sainy, ditemui di Pixel Office, Singapura, baru-baru ini.
 
Singapore Media Festival Dorong Talenta Baru untuk Berkarya
Senior Manager Pop Culture (SGCC) Suhaimi Sainy (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Hingga Kamis, 5 Desember 2019, SGCC telah menerima 41 pengajuan ide dari Singapura dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. "Kami juga mendapatkan beberapa pengajuan dari kreator asal Indonesia," ujarnya.
 
Semangat memberikan kesempatan kepada para calon kreator tampak pada ajang Southeast Asian Film Financing (SAFF) Project Market. SAFF diselenggarakan oleh kemitraan ScreenSingapore dengan Southeast Asia Audio-Visual Association (SAAVA).
 
SAFF kembali tahun ini menghubungkan ide-ide proyek yang menjanjikan dengan para calon investor dan penyandang dana. Sebagai contoh pada 2015, Sutradara Laotian, The Long Walk karya Mattie Do, merupakan finalis di SAFF Project Market perdana.
 
Sementara itu, President Asia Pasific Reed Exhibitions Yeh Chien Ee menjelaskan rangkaian SMF secara keseluruhan merupakan waktu terbaik bagi para pencipta berbakat Asia untuk merangkul peluang dalam tatanan baru dunia media.
 
Dalam hal ini, ATF dan ScreenSingapore fokus memfasilitasi cerita-cerita Asia di masa depan dengan memelihara talenta baru yang berkembangan pada masa kini.
 
"Selama 20 tahun, acara kami telah berkomitmen untuk menyatukan komunitas bisnis media, hiburan global, dan menyediakan platform untuk membuat kesepakatan, jaringan, dan pertukaran pengetahuan," ucap Chien.


Ajang Kolaborasi Produksi Konten


Jika dulu setiap orang hanya bisa menonton film di bioskop atau televisi, maka sekarang orang bisa menonton film melalui perangkat dalam genggaman. Mereka dapat memilih film yang dikehendaki dan menonton di mana pun, kapan pun.
 
Melihat fenomena ini, media dituntut untuk terus inovatif dalam menghasilkan konten demi menjaga eksistensi. Media di Asia dinilai memiliki kekuatan untuk menjawab tantangan tersebut.
 
Chief Industry Development Officer Infocomm Media Development Authority (IMDA) Howie Lau menyebut Asia adalah sumber baru untuk konten kreator. Sebab, wilayah Asia memiliki banyak tempat untuk dijelajahi dan diceritakan kembali dalam bentuk konten kreatif.
 
“Asia bukan hanya pasar konsumsi, tetapi juga sumber cerita baru (storytelling),” ujar Howie Lau, ditemui di Swissotel, Raffles City, Singapura, baru-baru ini.
 
Singapore Media Festival Dorong Talenta Baru untuk Berkarya
Chief Industry Development Officer Infocomm Media Development Authority (IMDA) Howie Lau (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Di samping itu, Howie melihat Asia juga memiliki banyak talenta luar biasa untuk memproduksi konten. Bukan tidak mungkin bila media dari Asia bisa menghasilkan berbagai cerita menarik dan inspirasitif yang luar biasa.
 
Untuk menghasilkan karya yang spektakuler, antar sesama pelaku media khususnya di Asia, didorong untuk saling berkolaborasi. Singapore Media Festival (SMF) diselenggarakan oleh IMDA sebagai wadah bertemunya para pelaku industri media untuk saling berkolaborasi.
 
SMF tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam kali. Rangkaian SMF dimulai pada 21 November hingga 8 Desember 2019. Istimewanya, pada tahun ini, SMF menyelenggarakan Vidcon Asia Summit dan Singapore Comic Con (SGCC) untuk pertama kali.
 

Yasmine Putri Jadi Headline Guest SGCC


SGCC merupakan konsep baru dari sebelumnya bernama Singapore Toy, Game, and Comic (STGCC). SGCC diharapkan menjadi rumah bagi pecinta komik dan pecinta mainan.
 
"Dengan rebranding, orang mendengar Comic Con langsung, oh itu Comic Con. Kami menyelenggarakan pada Desember karena bertepatan dengan musim libur di mana orang sudah banyak yang mengambil cuti," ujar Suhaimi Sainy.
 
Suhaimi menargetkan dapat mendatangkan 50 ribu lebih pengunjung. Banyak pengunjung Indonesia yang datang ke SGCC. "Sebanyak 30 persen pengunjung berasal dari kawasan Asia Tenggara. Dimana Indonesia adalah negara kedua terbesar," ujar Suhaimi.
 
Tahun ini, SGCC mengundang komikus asal Indonesia, Yasmine Putri. Yasmin telah berkiprah di tingkat internasional, yakni Marvel dan DC. "Yasmine akan menjadi headline guest di Comic Con tahun ini," katanya.
 
Selain itu, komikus Andy Kubert, Jason Freeny, Astarohime, Greg Capullo, Tara Mcpherson, dan Sarah Andersen juga turut terlibat dalam memeriahkan SGCC.
 
"Ke depan, SGCC bisa dikatakan sebagai referensi Comic Con terbesar di kawasan Asia. Tahun depan mungkin kami masih akan bekerja sama dengan SMF, karena ekosistem dalam SMF itu ada elemen business to business. Sedangkan Dalam event ini, kami membawa elemen business to consumer," ucapnya.
 
Selain Vidcon Asia Summit dan SGCC, rangkaian SMF 2019 terdiri atas Singapore International Film Festival (SGIFF) dari 21 Nov – 1 Des 2019, Asia TV Forum & Market (ATF) dari 3-6 Des 2019, ScreenSingapore (SS) dari 4-6 Des 2019, dan Asian Academy Creative Awards (AAA) dari 5-6 Desember.
 
Festival tahunan ini juga dilengkapi serangkaian program menarik yang dapat diikuti oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Pengunjung dapat menikmati perayaan beragam bakat dan konten yang ditawarkan Asia.
 
Pengunjung juga dapat melihat serangkaian film pada Festival Village baru yang dipersembahkan oleh SMF 2019, dan menyaksikan langsung Asian Academy Awards, penghargaan paling bergengsi di Asia Pasifik untuk keunggulan kreatif dan sederet penyiar yang akan disiarkan langsung dari Victoria Theatre dalam siaran Internasional E! Entertainmnet atau HOOQ.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan