Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Lecehkan Pramugari, Pejabat Mongolia Mengaku Khilaf

Internasional pelecehan seksual Mongolia
Arpan Rahman • 08 November 2019 06:07
Ulaanbaatar: Seorang pejabat tinggi Mongolia yang dituduh meraba-raba seorang pramugari Korea Selatan pekan lalu tampaknya menepis tuduhan selama pemeriksaan terbarunya.
 
Dorj Odbayar, Ketua Mahkamah Konstitusi Mongolia, diduga menyentuh bokong pramugari dan mengintimidasi seorang awak Mongolia dalam penerbangan Korea Air dari Ulaanbaatar ke Incheon, sebelah barat Seoul, pada 31 Oktober.
 
Saat diinterogasi oleh polisi bandara Jumat lalu, ia tegas membantah tuduhan itu. Seraya berkilah bahwa ia keliru disangka sebagai pria Mongolia lainnya, yang ia tuduh melakukan kejahatan. Dia meninggalkan negara itu segera setelah pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Odbayar kembali ke Korsel pada Rabu dan ditahan untuk pemeriksaan kedua oleh Badan Kepolisian Metropolitan Incheon. Dia bersaksi bahwa dia tidak ingat apa yang terjadi karena dia mabuk pada saat kejadian, menurut polisi Incheon.
 
"Jika para korban membuat klaim seperti itu, saya mungkin melakukannya di bawah pengaruh alkohol," kata Odbayar, dirilis dari UPI, Kamis, 7 November 2019. Ia diinterogasi selama sembilan jam dan dibebaskan pada tengah malam.
 
Dia telah merencanakan untuk berangkat ke Mongolia dalam dua hari, tetapi pihak berwenang melarang dia meninggalkan negara itu selama 10 hari sambil menunggu pemeriksaan.
 
Polisi juga meminta Interpol memasukkan daftar buronan seorang pejabat Mongolia yang menemaninya, yang dituduh menganiaya pramugari lain, termasuk memeluk pundaknya.
 
Odbayar sedang dalam perjalanan ke Bali untuk menghadiri rapat dewan Asosiasi Pengadilan Konstitusi Asia dan Lembaga Setara. Kedua orang itu ditangkap oleh staf keamanan di pesawat dan diserahkan ke polisi bandara. Tetapi mereka dibebaskan setelah mengklaim kekebalan diplomatik.
 
Polisi kemudian menemukan klaim kekebalan mereka tidak berdasar setelah berkonsultasi dengan kementerian luar negeri. Mereka memeriksa tersangka di zona keamanan bandara selama 1,5 jam sehari berikutnya dan kemudian membiarkannya pergi ke Bali. Polisi gagal menanyai rekannya karena dia sudah berangkat ke Singapura.
 
Sebelum Odbayar kembali ke Incheon dalam perjalanan ke negara asalnya, polisi Incheon mendapatkan surat perintah pengadilan untuk menahannya selama dua hari.
 
Badan itu mengatakan sudah mendapatkan surat perintah yang sama untuk temannya dan sedang berkonsultasi dengan Kedutaan Besar Mongolia di Seoul mengenai rencananya memanggilnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif