KTT GNB di Baku, Azerbaijan, berlangsung pada tanggal 25-26 Oktober 2019. (Foto: KBRI Baku)
KTT GNB di Baku, Azerbaijan, berlangsung pada tanggal 25-26 Oktober 2019. (Foto: KBRI Baku)

Kerja Sama Gerakan Non-Blok Harus Berdampak Konkret Bagi Rakyat

Internasional gerakan non blok
Willy Haryono • 27 Oktober 2019 06:00
Baku: Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok telah digelar di Baku Congress Centre di Baku, Azerbaijan, pada 25-26 Oktober 2019.
 
Pertemuan dihadiri 21 kepala negara dan kepala pemerintahan, serta 49 pejabat pada tingkat menteri dan kepala parlemen serta delegasi lebih dari 121 negara anggota, pengamat GNB dan negara tamu.
 
KTT GNB mengambil tema "Upholding the Bandung Principles to Ensure Concerted and Adequate Response to the Challenges of Contemporary World" dan membahas upaya Gerakan dalam merespons isu-isu global dengan dilandasi Dasasila Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sesi pembukaan, Presiden Venezuela, Y.M. Nicolas Maduro Moros melakukan serah terima keketuaan GNB kepada Presiden Azerbaijan, Y.M. Ilham Aliyev. Dalam sambutan pembukanya, Presiden Aliyev menekankan pentingnya penghormatan terhadap norma-norma hukum internasional, kedaulatan, integritas territorial dan kerja sama antara negara anggota GNB.
 
Lebih lanjut, ia mengimbau agar GNB solid dalam menjalankan kepentingan negara berkembang di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan politik.
 
Presiden Majelis Umum PBB, Y.M. Duta Besar Tijjani Muhammad Bande, hadir dalam sesi pembukaan. Ia menyampaikan pentingnya penyelesaian sengketa secara damai, serta penghormatan terhadap Piagam PBB dan HAM.
 
Isu-isu pokok yang dibahas oleh negara anggota dalam sesi debat umum KTT GNB Ke-18 antara lain mengenai relevansi dan penghormatan terhadap Dasasila Bandung, solidaritas anggota GNB terhadap permasalahan Palestina, pengentasan kemiskinan, perubahan iklim, keamanan siber, pemberantasan terorisme dan upaya menentang unilateralisme.
 
"Kerja sama GNB saat ini harus diarahkan bagi hal-hal yang membawa dampak konkret bagi rakyat," ujar Ketua Delegasi Indonesia, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, dalam keterangan tertulis KBRI Baku, Sabtu 26 Oktober 2019.
 
Delegasi RI juga menekankan pentingnya penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular antar negara-negara GNB guna menjawab berbagai tantangan global. "GNB memiliki kekuatan jumlah anggota yang besar dan dapat menghasilkan dampak positif bagi pembangunan yang luas," sebut Dubes Husnan.
 
Pertemuan menyepakati sejumlah dokumen keluaran utama, yaitu NAM Final Document, Baku Declaration, dan Deklarasi Politik GNB untuk isu Palestina. Pertemuan KTT juga melaksanakan minutes of silence untuk mengenang para pemimpin negara anggota GNB yang telah berpulang, termasuk Presiden ke-3 Republik Indonesia, almarhum Y.M. Bapak B.J. Habibie.
 
Kerja Sama Gerakan Non-Blok Harus Berdampak Konkret Bagi Rakyat
Dubes Husnan dalam KTT GNB 2019 di Baku, Azerbaijan. (Foto: KBRI Baku)
 
Palestina
 
Mengenai Palestina, Delegasi RI menekankan bahwa isu kemerdekaan telah menjadi prioritas selama masa jabatan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
"Penting bagi negara anggota GNB untuk mendukung peran Palestina dalam berbagai organisasi internasional termasuk kepemimpinan Palestina di G77 tahun ini”, ujar Dubes Husnan.
 
GNB adalah organisasi internasional yang terdiri dari 120 negara dan bertujuan untuk menjamin perdamaian internasional serta kemerdekaan, kedaulatan dan integritas territorial negara anggotanya.
 
Indonesia merupakan salah satu pendiri GNB dan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung sebagai cikal bakal berdirinya GNB pada 1961.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif