Para pemimpin yang melakukan pertemuan di Forum Negara Pasifik. Foto: EPA.
Para pemimpin yang melakukan pertemuan di Forum Negara Pasifik. Foto: EPA.

Forum Pasifik Berubah Jadi Pertengkaran Lawan Australia

Internasional australia pasifik
Arpan Rahman • 16 Agustus 2019 19:09
Funafuti: Para kritikus menyalahkan Australia karena merusak pernyataan bersama dari negara-negara kepulauan Pasifik yang menyerukan tindakan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim.
 
Para pemimpin regional bertemu di Forum Kepulauan Pasifik di Tuvalu pekan ini. Di sana, negara-negara kecil yang didominasi pulau mencari konsensus mengenai tujuan iklim.
 
Namun Australia, penghasil emisi terbesar di kawasan itu, tidak mendukung sejumlah seruan -- seperti penghentian penambangan batubara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disitir dari BBC, Jumat 16 Agustus 2019, negara-negara Pasifik mengatakan kecewa dengan revisi tersebut. "Saya pikir kita harus melakukan lebih banyak pekerjaan untuk rakyat kita," kata Perdana Menteri Enele Sopoaga dari Tuvalu, negara tuan rumah forum itu.
 
Dia katakan kepada wartawan bahwa dia telah menyampaikan kepada PM Australia Scott Morrison: "Anda khawatir tentang menyelamatkan ekonomi Anda di Australia. Saya khawatir tentang menyelamatkan orang-orang saya di Tuvalu."
 
Morrison membela upaya Australia memerangi perubahan iklim dan berkata dia sudah melakukan pembicaraan ‘saling hormat’ dengan para pemimpin lainnya.
 
Negara-negara kecil di Pasifik di antara mereka yang menanggung beban perubahan iklim. Naiknya permukaan laut dan dampak yang terkait telah memaksa beberapa penduduk untuk pindah.
 
Banyak negara kepulauan mengkritik tetangga mereka yang paling kuat, Australia, karena apa yang mereka katakan adalah tindakan yang tidak memadai buat memerangi perubahan iklim.
 
Pemerintah Australia menyatakan akan mencapai target perjanjian iklim Paris, tetapi berpendapat industri termasuk batubara tetap penting untuk penciptaan lapangan kerja lokal dan kebutuhan energi.
 
Namun, ini masalah yang sensitif -- dan bukan hanya karena masalah iklim. Australia berupaya memperkuat hubungannya di Pasifik, di tengah kekhawatiran tentang pengaruh Tiongkok yang berkembang di kawasan tersebut.
 
Mayoritas dari 18 negara di forum sepakat untuk tujuan iklim yang lebih kuat. Hanya Australia -- dan sebagian kecil Selandia Baru -- yang keberatan.
 
Setelah 12 jam negosiasi, kelompok itu akhirnya menghasilkan deklarasi Kainaki II, sebuah pernyataan yang menegaskan kembali banyak tujuan yang ada di bawah perjanjian Paris.
 
Pernyataan tersebut tidak memenuhi komunike lebih ambisius yang didukung oleh banyak negara Pasifik awal pekan ini, yang menuntut segera penghentian penambangan batubara.
 
Australia menolak tunduk pada pembatasan batubara demi melindungi industri lokalnya. Pada bulan Juni, negara itu menyetujui tambang batu bara baru yang kontroversial di Queensland untuk dioperasikan oleh Adani India.
 
Sebelum forum, pihaknya menjanjikan AUD500 juta (USD340 juta atau setara Rp4,8 triliun) bagi negara-negara kepulauan Pasifik untuk proyek-proyek energi terbarukan -- dana yang dialihkan dari anggaran bantuan Canberra yang ada. Para pemimpin Pasifik mengatakan suntikan uang tunai tidak cukup.
 
Sopoaga mengatakan PM Tonga, Akilisi Pohiva, menangis setelah satu presentasi perubahan iklim di forum, mengatakan "itu sekadar semangat".
 
Morrison menegaskan bahwa Australia akan memenuhi kewajibannya untuk mengurangi emisi sebesar 26 persen pada tingkat 2005 di tahun 2030. Namun, PBB sebelumnya memperingatkan bahwa mereka tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai berbagai tujuan tersebut.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif