Kedubes AS memberikan pelatihan pendidikan bahasa Inggris kepada petugas tanggap bencana. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
Kedubes AS memberikan pelatihan pendidikan bahasa Inggris kepada petugas tanggap bencana. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.

Petugas Tanggap Bencana Difasilitasi Pelatihan Bahasa Inggris

Internasional amerika serikat aha centre
Marcheilla Ariesta • 19 Juli 2019 20:04
Jakarta: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta melaksanakan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris untuk para petugas tanggap bencana ASEAN. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas para petugas.
 
Kegiatan ini terjalin atas kerja sama Regional English Language Office (RELO) Kedubes AS, US Agency for International Development (USAID), Middlebury Institute of International Studies at Monterey (MIIS), dan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre).
 
"Setiap kali berbicara mengenai bencana, jika berkolaborasi secara internasional, maka bahasa yang digunakan bahasa Inggris," kata Direktur Regional RELO Kedubes AS, Bradley Horn, di kantor AHA Centre, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Koordinator Program AHA Centre, Gaynor Tanyang, program ini sangat penting. Para petugas tanggap bencana se-ASEAN ini dapat memperkaya keterampilan bahasa Inggris mereka yang dapat berguna di lapangan.
 
Petugas Tanggap Bencana Difasilitasi Pelatihan Bahasa Inggris
Direktur Regional RELO Kedubes AS, Bradley Horn (tengah). Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
 
"Saya pernah berada di lapangan dan para partisipan, yang berasal dari 10 negara ASEAN ini tentunya mendapat tambahan keterampilan bahasa. Program ini sangat berguna, terlebih bagi mereka yang bekerja di lapangan," imbuhnya.
 
"Mendapat fasilitas seperti ini membantu kami di lapangan, dan tentunya sangat efektif bagi pekerjaan kami," terang Gaynor.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif dan Program Bahasa MIIS, Alicia Brent-Nurse, menuturkan sekitar 18 orang ikut dalam kegiatan ini. Dia menambahkan kegiatan ini akan dilakukan setiap tahun.
 
"Program ini rencananya akan kita buat tahunan. Jika hasil yang didapat positif, maka akan kita buat lagi tahun depan," tuturnya.
 
Tahun ini, sebanyak 18 petugas tanggap bencana se-Asia Tenggara berpartisipasi dalam program pelatihan bahasa Inggris. Masing-masing negara mengirimkan dua orang, kecuali Brunei Darussalam dan Singapura yang hanya mengirimkan satu orang peserta.
 
Pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga pekan. Sesi pelatihan ini berfokus pada komunikasi bahasa Inggris, guna memperlancar kerja sama dalam operasi tanggap bencana secara regional.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif