NEWSTICKER
Wamenlu AM Fachir di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 20 November 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Marcheilla Ariesta)
Wamenlu AM Fachir di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 20 November 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Marcheilla Ariesta)

Kampanye Positif Kepala Sawit lewat Oil Palm Course 2017

Internasional kelapa sawit ekspansi kelapa sawit
Marcheilla Ariesta • 20 November 2017 14:23
Jakarta: Indonesia terus berkomitmen mengembangkan sektor kelapa sawit sebagai sebagai salah satu produsen terbesar palm oil di dunia.
 
Sejumlah pihak menilai industri kelapa sawit memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Untuk menangkal informasi negatif yang merugikan industri industri sawit, Kementerian Luar Negeri Indonesia bekerja sama dengan Collaborative Research Center 990 (CRC990) melakukan sosialisasi lewat Oil Palm Course 2017.
 
Dalam pembukaan Oil Palm Course 2017, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menggarisbawahi komitmen Indonesia terhadap penerapan sawit lestari. Salah satu insiatif penting yang dilakukan melalui pembentukan CRC990, yaitu penelitian Indonesia-Jerman yang telah dilakukan sejak 2012.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penelitian ini difokuskan pada 3 aspek terkait kelapa sawit, yaitu lingkungan biodiversity dan sosial ekonomi," ujar Wamenlu dalam pidato pembukaannya, di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 20 November 2017.
 
Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 pekan di Bogor dan Jambi. Peserta pelatihan berjumlah 16 orang, terdiri dari delapan orang asal Jerman, seorang warga Italia, satu dari Kolombia, satu Malaysia yang mewakili LSM Inggris dan lima dari Indonesia.
 
Para peserta terdiri dari beragam profesi, mulai dari mahasiswa, diplomat, aktivis lingkungan, peneliti hingga konsultan.
 
Selama pelatihan mereka akan diberikan pembelajaran dalam kelas di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka akan dibekali pengetahuan mengenai kebijakan, temuan, fakta, perusahaan kelapa sawit dan penelitian serta pengembangan terkait kelapa sawit.
 
Sementara di Jambi, mereka akan diterjunkan ke lapangan tinggal di rumah para petani koperasi yang telah bersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
 
Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi industri sawit Indonesia. Pasalnya, beberapa negara di Eropa yang merupakan salah satu pasar utama sawit Indonesia sering mendapat informasi yang tidak benar mengenai sawit.
 
"Kita ingin mereka melihat bahwa sawit bukan hanya produk, namun juga sebagai jembatan kemakmuran rakyat," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Siswo Pramono.
 
Indonesia memandang penting perlunya menangkal informasi negatif mengenai kelapa sawit yang dapat mengancam dan merugikan sektor tersebut di Tanah Air.
 
Saat ini, Indonesia merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia. Pada 2016, Indonesia menghasilkan lebih dari 35 juta ton minyak sawit dan 25 juta ton di antaranya diekspor ke luar negeri.
 
Nilai ekspor minyak sawit Indonesia mencapai lebih dari USD17 miliar, atau sekitar 12,32 persen dari total ekspor Indonesia.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif