60 Bayi Lahir Setiap Hari di Pengungsian Rohingya

Marcheilla Ariesta 17 Mei 2018 11:36 WIB
pengungsi rohingya
60 Bayi Lahir Setiap Hari di Pengungsian Rohingya
Pengungsi Rohingya dan bayinya di kemah pengungsian Cox's Bazar. (Foto: Getty Images).
Rakhine: Sekitar 60 bayi lahir setiap harinya di pengungsian etnis Rohingya di Bangladesh. Lembaga anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan lebih dari 16 ribu bayi lahir di pengungsian Rohingya sejak kekerasan terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar pada Agustus lalu.

"Sekitar 60 bayi setiap hari mengambil napas pertama mereka dalam kondisi yang memprihatinkan, jauh dari rumah," ucap perwakilan UNICEF di Bangladesh, Edouard Beigbeder dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman TIME, Kamis 17 Mei 2018.

"Ini jauh dari awal terbaik dalam hidup," katanya lagi.


UNICEF mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak yang selamat dari kekerasan seksual adalah yang paling rentan dan terpinggirkan dalam komunitas pengungsi di Cox's Bazar. Mereka menghadapi stigma dan penganiayaan.

Banyak perempuan dan anak perempuan tidak mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan.

Hanyak 1 dari 5 bayi yang lahir di kemah pengungsian sejak September lalu dikirim ke fasilitas medis. "Total ada 3.000 bayi yang lahir di fasilitas medis. Jumlah ini dari 16.000 yang lahir di kemah pengungsian," ungkap UNICEF.

Meski demikian, Beigbeder mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui jumlah sebenarnya bayi yang lahir di kemah pengungsian. Pasalnya, sebagian dilahirkan akibat kekerasan seksual.

"Namun, sangat penting setiap ibu hamil dan melahirkan serta bayinya mendapat bantuan dan perawatan yang mereka butuhkan," tukas Beigbeder.

Diperkirakan hampir 700 ribu masyarakat Rakhine melarikan diri melintasi perbatasan sejak militer Myanmar mulai melakukan serangan terhadap pemberontak. Amerika Serikat (AS) memperkirakan ada lebih dari 905 pengungsi di Bangladesh yang melarikan diri dari Myanmar.



(FJR)