Masih Belum Ada Kepastian Pelantikan Mahathir sebagai PM Malaysia
Perdana Menteri Terpilih Malaysia Mahathir Mohamad harap segera dilantik (Foto: Malaysia Kini).
Kuala Lumpur: Perdana Menteri terpilih Mahathir Mohamad mengharapkan pihak Yang di-Pertuan Agung Sultan Muhammad V bisa melantiknya sebagai Perdana Menteri Malaysia sore ini.
 
Merujuk kepada Konstitusi Federal, Mahathir mengatakan bahwa Yang di-Pertuang Agung berkewajiban menunjuk seorang anggota parlemen yang memerintahkan kepercayaan mayoritas Dewan Rakyat, sebagai perdana menteri.
 
(Baca: Kerajaan Malaysia akan Segera Lantik Mahathir).
 
"Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menunjuk Perdana Menteri. Ini adalah peran Agung. Dia keputusannya harus didasrkan pada calon yang mendapat dukungan dari mayoritas anggota parlemen," pungkas Mahathir, seperti dikutip Malaysia Kini, Kamis 10 Mei 2018.
 
"Jadi, kami di (koalisi) Pakatan Harapan telah meminta anggota parlemen kami untuk menandatangani dan menyatakan bahwa mereka mendukung kandidat yang telah dipilih," tuturnya.
 
"Calon itu, seperti yang mungkin Anda dengar, adalah seseorang dengan nama Dr Mahathir Mohamad," katanya dalam konferensi pers di Petaling Jaya.
 
Berdiri di belakangnya lebih dari 30 anggota parlemen termasuk Nurul Izzah Anwar, Fahmi Fadzil, Hannah Yeoh, Lim Kit Siang dan Dzulkefly Ahmad. Mahathir mengatakan koalisi berharap diria akan dilantik oleh Yang di-Pertuan Agung pukul 5.00 sore hari ini.
 
"Saat ini, tidak ada Pemerintah Malaysia. Pemerintahan sementara telah berakhir sejak semalam. Penundaan apa pun mengartikan kita tidak memiliki pemerintahan, tidak ada hukum dan tidak ada konstitusi," tambah Mahathir.
 
Dia mengatakan kebingungan tentang jumlah suara yang diperoleh Pakatan Harapan di Parlemen telah dihapus. Hal tersebut didukung oleh bergabungnya Partai Warisan ke dalam koalisi Pakatan Harapan yang membuat kursi parlemen Pakatan Harapan mencapai 122.
 
Pakatan Harapan memenangkan suara mayoritas
 
Mahathir juga membantah komentar pimpinan Barisan Nasional, Perdana Menteri Najib Abdul Razak yang menyebutkan bahwa tidak ada partai memiliki mayoritas yang cukup besar untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
 
(Baca: PM Najib Razak Akui Kekalahan dalam Pemilu Malaysia).
 
"Di sini kami memiliki empat pihak yang diperebutkan sebagai Pakatan Harapan, tetapi logo yang kami gunakan adalah Partai Keadilan Rakyat (PKR)," ungkapnya.
 
"Harapan telah memenangkan mayoritas yang jelas dan karenanya, kami berhak untuk membentuk pemerintahan," Mahathir menegaskan kembali.
 
Menurut hasil Pemilu Malaysia 2018 yang diverifikasi oleh Komisi Pemilu Malaysia (EC), PKR memenangkan 104 kursi sementara sekutunya DAP memenangkan sembilan di Sabah dan Sarawak, memberikan Harapan total 113 kursi di Dewan Rakyat.
 
Sebuah partai membutuhkan 112 kursi untuk membentuk pemerintahan federal. Dipercaya bahwa lobi-lobi sedang dilakukan dengan pihak lain untuk bergabung dengan Pakatan Harapan.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360