Yerusalem Timur Diminta Dideklarasikan jadi Ibu Kota Palestina
Protes pemindahan Kedubes AS di Yerusalem. (Foto: AFP).
Ramallah: Pemerintah Palestina meminta komunitas internasional mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka. Hal ini disampaikan juru bicara pemerintah Palestina Youssef Al-Mahmoud.

Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk menghalau diresmikannya kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israael di Yerusalem.

"Seruan ini datang di hadapan ketidakpedulian terang-terangan terhadap legitimasi dan hukum internasional yang dibuat berdasarkan keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata Mahmoud dalam sebuah pernyataan.


Laman Middle East Monitor, Senin 14 Mei 2018 melaporkan Pemerintah Palestina menyerukan penolakan dan kutukan terhadap keputusan Trump yang memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Menurut mereka, hal tersebut sebagai bentuk persetujuan AS agar Yerusalem menjadi ibu kota Israel.

AS berencana membuka kantor kedutaan mereka di Yerusalem pada hari ini. Ivanka Trump, anak presiden Donald Trump dan suaminya Jared Kushner, yang merupakan penasihat senior Gedung Putih, hadir dalam peresmian.

Pemimpin grup al-Qaeda Ayman al-Zawahiri mengatakan keputusan AS memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah bukti bahwa negosiasi telah gagal.
 
Dalam video berdurasi lima menit berjudul "Tel Aviv juga Tanah Muslim," Zawahiri mendorong para pengikutnya untuk segera mengangkat senjata dan melawan AS.

"Presiden AS Donald Trump telah menyatakan sikapnya dengan jelas dan eksplisit. Bernegosiasi tidak ada gunanya, dan kita harus melawan mereka," ujar Zawahiri.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id