Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: AFP).
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: AFP).

Mantan PM Malaysia Akan Dibekukan dari Parlemen

Internasional najib razak
Fajar Nugraha • 11 April 2019 12:54
Kuala Lumpur: Mosi akan diajukan di Parlemen Malaysia hari 11 April untuk menangguhkan mantan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak sebagai anggota Parlemen selama tiga bulan.
 
Langkah ini dilakukan setelah Najib melanggar aturan parlemense hubungan dengan embargo terhadap perusahan Felda White Paper yang diajukan di Dewan Rakyat pada Rabu 10 April.
 
Mosi untuk sanksi Najib terdaftar di bawah perintah Parlemen, yang mencatat bahwa mantan perdana menteri telah melanggar Klausul 95A dari Aturan Rumah Tangga Dewan Rakyat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Najib memposting kutipan foto White Paper di Facebook-nya pada Selasa 9 April, sehari sebelum embargo. Hal itu dimaksudkan untuk membela tindakan Felda atas pembelian kontroversial 37 persen saham di Eagle High Plantation di Indonesia,” sebut The Star, Kamis, 11 April 2019.
 
Menyusul ini, Perdana Menteri Mahathir Mohamad kemudian mengatakan kepada wartawan di Parlemen, bahwa tindakan akan diambil untuk menghukum Najib atas masalah ini. Mahathir mengatakan ini akan mengingatkan Najib bahwa tidak ada yang di atas aturan Parlemen.
 
Mosi diperkirakan akan disahkan hari ini. Namun tidak diketahui apa hasil akhir dari mosi tersebut.
 
Masalah bertubi-tubi menimpa Najib Razak. Sebelumnya dia tersangkut dugaan korupsi pencucian uang perusahaan SRC International. Perusahaan itu merupakan anak perusahaan dari 1 Malaysia Development Berhad.
 
Pengadilan Malaysia pada Rabu 10 April menolak tiga banding yang diajukan oleh Najib terkait kasus SRC International ini. Sementara pada 3 April lalu menyatakan tidak bersalah atas tujuh dakwaan yang diarahkan kepadanya, terkait dugaan penggunaan dana negara 1MDB.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif