Pemerintah Presiden Rodrigo Duterte (baju biru) tarik dubes dari Kanada, karena masalah sampah. (Foto: AFP).
Pemerintah Presiden Rodrigo Duterte (baju biru) tarik dubes dari Kanada, karena masalah sampah. (Foto: AFP).

Kanada Kirim Kontainer Isi Sampah, Filipina Tarik Dubes

Internasional politik kanada filipina
Fajar Nugraha • 16 Mei 2019 12:58
Manila: Filipina memanggil pulang duta besarnya dari Kanada. Pemanggilan terkait berton-ton sampah yang dikirim dari Kanada ke Filipina.
 
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan, hubungan kedua negara memburuk sejak sebuah perusahaan Kanada mengirim sekitar 100 kontainer berisi sampah busuk. Namun kontainer itu diberi label sebagai barang daur ulang ke pelabuhan Filipina pada tahun 2013 dan 2014.
 
Manila menetapkan tenggat waktu 15 Mei bagi Kanada untuk mengambil kembali sampah yang membusuk, setelah Presiden Rodrigo Duterte memarahi Ottawa karena masalah itu bulan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak itu Kanada mengatakan sedang berupaya mengatur pengembalian kontainer, tetapi belum mengatakan kapan tepatnya itu terjadi. Locsin mengatakan, dokumen yang menyatakan penarikan duta besar dan konsul di Kanada telah dikirim dan para diplomat akan berada di Manila ‘sekitar satu hari’.
 
"Kanada melewatkan tenggat waktu 15 Mei. Dan kami akan mempertahankan beberapa staf diplomatik yang berkurang di Kanada sampai sampahnya terikat dengan kapal di sana," tulis Locsin di Twitter, seperti dikutip AFP, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Sampah tersebut makin memperburuk hubungan yang tegang antara kedua negara, yang telah diuji setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mempertanyakan tindakan keras Duterte yang mematikan. Duterte bersikap kasar terhadap kritik internasional terkait opeasi polisi membunuh ribuan orang yang diduga sebagai pecandu dan pengedar narkoba sejak 2016.
 
Tahun lalu Duterte membatalkan kontrak militer Filipina senilai USD235 juta untuk membeli 16 helikopter militer dari pabrikan yang berpusat di Kanada, setelah Ottawa menandatangani kesepakatan karena catatan hak asasi presiden.
 
Dalam pidatonya di April, Duterte mengancam untuk secara sepihak mengirimkan sampah kembali ke Kanada, dengan mengatakan, “mari kita melawan Kanada. Aku akan menyatakan perang melawan mereka."
 
Duterte sering menggunakan bahasa kasar dan hiperbola dalam pidato tentang lawan. Menyusul komentar tersebut, Kanada menawarkan untuk memulangkan limbah dan Filipina mengatakan Ottawa akan menanggung biaya pembuangan.
 
Biro Kepabeanan Manila mengatakan pekan lalu Filipina siap untuk mengirim kembali limbah tetapi Kanada membutuhkan beberapa minggu lagi untuk menyiapkan dokumentasi. Hingga saat ini, sekitar 69 kontainer pengiriman sampah masih disita, setelah 34 lainnya telah dibuang di Filipina.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif