Menurut Tiongkok, fasilitas itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sistem rudal itu pun ditempatkan di Pulau Woody, yang menjadi objek konflik di Laut China Selatan.
Surat kabar Global Times menilai AS memiliki motif terselubung dengan membesar-besarkan pengerahan rudal itu. Media yang kerap menjadi corong Pemerintah Tiongkok ini menegaskan kembali ucapan dari Kementerian Pertahanan Tiongkok bahwa sistem rudal itu sudah ada sejak lama.
"Upaya membesar-besarkan isu ini oleh beberapa media Barat, seperti membenarkan teori Tiongkok dianggap sebagai ancaman," sebut Global Times, seperti dikutip AFP, Kamis (18/2/2016).
Foto yang diambil oleh perusahaan ImageSat International menunjukkan ada dua sistem rudal dipersiapkan di Pulau Woody. Dua sistem itu terdiri dari delapan peluncur roket dan sebuah sistem radar.
Pengerahan ini diakui oleh Kementerian Pertahanan Tiongkok. Mereka menegaskan bahwa penempatan rudal itu merupakan bentuk klaim kedaulatan Negeri Tirai Bambu.
Termasuk dalam bagian Kepulauan Paracel, Pulau Woody dikendalikan oleh Tiongkok sejak 1970. Namun pulau ini juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.
Tiongkok juga terlibat klaim wilayah dengan Malaysia, Brunei dan Filipina di Laut China Selatan. Sementera di wilayah Laut China Timur, Tiongkok saling klaim pulau dengan Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News