Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zainal Abidin Bakar dipanggil Kemenlu terkait penculikan WNI. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zainal Abidin Bakar dipanggil Kemenlu terkait penculikan WNI. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Protes Penculikan WNI, Kemenlu Panggil Dubes Malaysia

Internasional kemenlu wni disandera abu sayyaf menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 23 Januari 2020 16:03
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia sangat memperhatikan kasus penculikan yang terjadi pada warga negara Indonesia (WNI). Retno mengatakan pihaknya telah memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zainal Abidin Bakar untuk menyampaikan penculikan lima WNI pekan lalu di perairan Sabah.
 
"Kemarin, Kemenlu sudah memanggil Dubes Malaysia untuk Jakarta dan juga Kuasa Usaha Sementara Kedubes Filipina di Jakarta, menyampaikan mengenai penculikan lima WNI," kata Retno usai menyerahkan seorang sandera yang berhasil dibebaskan sehari sebelum penculikan teranyar, di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020.
 
Retno mengatakan, total ada 44 WNI yang diculik dari 2016 hingga 2020. Selama empat tahun itu, terdapat 13 kasus penculikan dan mayoritas terjadi di perairan Sabah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan itu, Retno menyampaikan Indonesia memohon pihak Malaysia meningkatkan keamanan di perairan tersebut. Retno juga menegaskan kembali komitmen trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina.
 
Menlu Retno juga meminta agar perusahaan pemilik kapal yang mempekerjakan WNI agar mematuhi aturan yang diberikan otoritas Malaysia. "Karena kalau tidak, korban akan terus terjadi. Ini tidak bisa kita biarkan terus menerus. Tentunya tugas kita untuk melindungi, menyelamatkan WNI kita," imbuhnya.
 
Retno berharap ada kerja sama baik dari pemilik kapal maupun Malaysia. Dia mengharapkan keamanan di perairan Sabah untuk dapat ditingkatkan.
 
"Selanjutnya kita juga meminta kembali kerja sama dari otoritas di Filipina untuk upaya pembebasan selanjutnya," serunya.
 
Ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Dubes Malaysia di Jakarta membenarkan dirinya dipanggil untuk membahas masalah penculikan sandera ini. Dubes Zainal mengatakan, pembahasan lebih kepada penguatan kerja sama trilateral dan sebuah kemungkinan alternatif untuk melihat kembali standar operasi prosedur dari kerja sama itu.
 
"Kami (Malaysia) juga akan memperkuat imbauan kepada para nelayan untuk tidak memasuki area tempat insiden penculikan terjadi. Ini menjadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Desra Percaya," kata Zainal.
 
Dia mengaku negaranya sangat sedih insiden penculikan kembali terjadi. Zainal menegaskan pemerintahnya tetap memegang teguh komitmen untuk mencari penyelesaian kasus ini.
 
Pada 16 Januari 2020, lima nelayan Indonesia kembali diculik oleh Abu Sayyaf. Insiden penculikan terjadi di lokasi yang sama dengan pengambilan sandera lainnya, yakni di wilayah Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif