Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayakaan Intelektual Kemenlu RI, Hari Prabowo. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayakaan Intelektual Kemenlu RI, Hari Prabowo. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Indonesia Terus Dorong Minyak Sawit Diakui Dunia

Internasional kelapa sawit indonesia-pbb
Marcheilla Ariesta • 16 Desember 2019 16:37
Jakarta: Salah satu agenda Indonesia di organisasi PBB pada 2020 adalah mendorong keberlanjutan kelapa sawit. Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Ruddyard mengatakan bahwa Indonesia akan terus mendorong minyak kelapa sawit diakui dunia.
 
Salah satu caranya, jelas Febrian, adalah menegaskan minyak sawit dapat digunakan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
 
"Kita ingin tonjolkan bahwa industri kelapa sawit dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai SDGs. Ini akan membantu diplomasi sawit Indonesia," tutur Febrian di Jakarta, Senin 16 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia, kata Febrian, kini tengah menyusun pedoman minyak kelapa sawit dalam kerangka Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Menurut Febrian, dengan pedoman ini maka kelapa sawit Indonesia tidak akan diganggu dari berbagai aspek.
 
"Apabila kita memiliki pedoman itu, orang-orang tidak akan lagi bicara isuCPOdari aspek kesehatan atau kegunaan lahan, tetapi melihatnya dari sisi pencapaian SDGs," jelasnya.
 
Sementara itu, Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayakaan Intelektual Kemenlu RI, Hari Prabowo menegaskan, Indonesia ingin menunjukkan jika industri sawit dalam negeri sudah mengedepankan prinsip berkelanjutan.
 
Menurut Bowo, adanya sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menunjukkan bahwa CPO Indonesia selaras dengan SDGs.
 
"Yang ingin kita lakukan adalah untuk meningkatkan profil dan penerimaan pihak-pihak internasional atas sertifikat CPO kita," tutur Bowo.
 
Dia menjelaskan bahwa sertifikat-sertifikat tersebut penting karena jika dikaitkan dengan SDGs. Ini akan menunjukkan bahwa faktor berkelanjutan perlu dilihat secara komprehensif.
 
Bowo menambahkan, kedua sertifikasi tersebut dapat secara objektif menelaah kelapa sawit dari berbagai aspek SDGs. Dua aspek SDGs yang dipenuhi kelapa sawit adalah pengurangan tingkat kemiskinan dan mengatasi ketimpangan dan ketidaksetaraan.
 
"Jika dilihat dari faktor pengentasan kemiskinan, CPO Indonesia dapat digolongkan berkelanjutan karena pekerja industri sawit sendiri merupakan para petani kecil," ujar dia.
 
Bowo menyebutkan Indonesia mendorong agar minyak nabati lain mendapatkan sertifikasi resmi agar dapat secara adil dibandingkan denganCPO. Saat ini dari semua jenis minyak nabati yang ada, baru CPO yang memiliki sertifikasi.
 

Untuk itu, pada 2020, Indonesia akan mengampanyekan supaya semua minyak nabati, seperti minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari, memiliki standar sertifikat yang selaras dengan SDGs.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif