NEWSTICKER
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA)
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA)

Kim Jong-un Ancam Hadirkan Senjata Strategis Baru

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 01 Januari 2020 09:02
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumumkan bahwa dirinya sudah tidak lagi terikat pada moratorium misil jarak jauh dan uji coba nuklir. Ia juga mengingatkan akan adanya aksi "mengejutkan" -- termasuk mengumumkan senjata baru -- jika Amerika Serikat tidak juga mengubah sikapnya terkait dialog nuklir.
 
Pada April 2018, Kim mengumumkan bahwa Korut "sudah tidak membutuhkan" lagi uji coba misil atau nuklir. Pengumuman kala itu membantu membuka jalan menuju dialog langsung antara Korut dan AS.
 
Kim dan Presiden AS Donald Trump pun akhirnya bertemu. Dua pertemuan berlangsung dalam skema formal, dan yang ketiga informal. Namun hingga kini, belum ada kemajuan berarti dalam negosiasi kedua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pernyataan terbaru di awal tahun 2020, Kim terlihat tidak sepenuhnya ingin menyudahi negosiasi dengan AS. Namun ia menampilkan sikap dan posisi yang lebih tegas terhadap AS.
 
"DPRK akan terus mengembangkan senjata strategis demi keamanan negara hingga AS mau mengubah kebijakannya," ujar Kim dalam keterangan yang dirilis kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Rabu 1 Januari 2020. DPRK adalah akronim dari nama resmi Korut.
 
"Dunia akan menyaksikan senjata strategis baru DPRK di masa mendatang, tidak begitu jauh dari saat ini," sambung dia.
 
Inti dari negosiasi antara AS dan Korut adalah melucuti semua persenjataan nuklir di Semenanjung Korea. Sebagai gantinya, AS akan meringankan atau mencabut sejumlah sanksi ekonomi yang selama ini diterapkan kepada Korut.
 
"Kami tidak akan mengabaikan keamanan negara hanya demi sektor ekonomi," ungkap Kim.
 
Detail lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan Kim dalam pidato awal tahun 2020. Dalam pidato tahun sebelumnya, Kim memperingatkan bahwa dirinya mungkin akan mengambil "jalan baru" kecuali jika AS mengubah pendekatannya terhadap dialog nuklir.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif