Masyarakat Muslim Selandia Baru berpelukan di depan karangan bunga korban penembakan Christchurch. (Foto: AFP).
Masyarakat Muslim Selandia Baru berpelukan di depan karangan bunga korban penembakan Christchurch. (Foto: AFP).

Selandia Baru Serahkan 6 Jenazah ke Keluarga

Internasional Penembakan Selandia Baru
Marcheilla Ariesta • 19 Maret 2019 18:19
Christchurch: Sebanyak enam jenazah korban penembakan Christchurch dikembalikan ke keluarga. Polisi mengatakan ini hanya sebagian kecil dari mereka yang tewas akibat serangan di dua masjid tersebut.
 
"Enam dari korban yang diidentifikasi telah dikembalikan ke keluarga mereka," ucap petugas kepolisian, dilansir dari laman AFP, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Polisi mengatakan bahwa semua korban, yang berjumlah 50 orang telah diotopsi. Namun, baru 12 jenazah yang masuk dalam kategori 'memuaskan' petugas identifikasi mayat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenazah para korban ini mengalami penundaan pengembalian ke keluarga. Hal tersebut menyebabkan kekhawatiran keluarga, pasalnya mereka ingin mengikuti kebiasaan Islam, menguburkan orang yang mereka cintai dalam waktu 24 jam.
 
Seperti Mohamed Safi, 23, sempat menyuarakan frustasi dengan kepada para pejabat karena tidak memberikan jenazah ayahnya, Matiullah Safi.
 
"Tidak ada yang mereka tawarkan," katanya di pusat dukungan keluarga.
 
Baca:PM Selandia Baru Tak Mau Sebut Nama Teroris
 
Menurut Safi, pejabat hanya mengatakan mereka melakukan proses sesuai prosedur.
 
Sementara itu, polisi mengatakan mereka sangat menyadari frustasi yang dialami keluarga terkait lamanya waktu untuk proses identifikasi jenazah.
 
"Kami juga mencari cara untuk meningkatkan komunikasi dengan keluarga dan memastikan mereka mendapat informasi lengkap mengenai apa yang terjadi," tutur polisi.
 
"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk melakukan pekerjaan ini secepat mungkin dan mengembalikan para korban kepada keluarga," imbuh mereka.
 
Pada Jumat pekan lalu, dua masjid di Christchurch diserang. Penyerangan dilakukan usai salat Jumat.
 
Pelaku ditangkap beberapa jam kemudian. Dia diidentifikasi bernama Brenton Tarrant, 28, asal Australia.
 
Tarrant terancam hukuman penjara seumur hidup karena telah menewaskan 50 orang akibat aksinya tersebut.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif